Bisnisnews.net – Pemerintah Kota Sukabumi masih dihadapkan pada tantangan menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Berdasarkan hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, TPT di Kota Sukabumi berada di angka 8,19 persen atau sekitar 15.240 orang dari total angkatan kerja sebanyak 186.150 jiwa belum terserap ke dunia kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, mengatakan penyelesaian persoalan pengangguran memerlukan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, pelaku usaha, lembaga pendidikan, hingga masyarakat dinilai harus bergerak bersama agar kesempatan kerja semakin luas.
“Masih ada sekitar 15 ribu warga usia produktif yang belum bekerja. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama agar angka pengangguran di Kota Sukabumi dapat terus ditekan,” kata Punjul, Rabu (5/8/2026).
Di tengah tantangan tersebut, Kota Sukabumi dinilai masih memiliki daya tarik sebagai daerah tujuan bekerja. Hal itu terlihat dari meningkatnya arus pendatang sepanjang 2025 yang mencapai sekitar 12 ribu orang. Menurut Punjul, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi di Kota Sukabumi terus berkembang, meski tidak seluruh pendatang datang dengan pekerjaan yang sudah pasti.
Ia menjelaskan, sepanjang 2025 Kota Sukabumi mampu menciptakan sekitar 11,08 ribu kesempatan kerja baru. Pemerintah pun terus memperluas akses masyarakat terhadap dunia kerja melalui berbagai program penempatan tenaga kerja, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri, disertai penguatan kompetensi tenaga kerja lokal.
Selain itu, masuknya investasi yang nilainya hampir menyentuh Rp1,5 triliun diharapkan dapat menjadi penggerak lahirnya peluang-peluang kerja baru di berbagai sektor usaha.
Disnaker juga mendorong para pencari kerja memanfaatkan layanan digital yang telah disediakan pemerintah pusat melalui aplikasi SiapKerja. Platform tersebut menyediakan informasi lowongan kerja dari berbagai perusahaan di Indonesia sehingga memudahkan masyarakat mencari pekerjaan sesuai kompetensi yang dimiliki.
Punjul menambahkan, minat masyarakat Kota Sukabumi untuk bekerja ke luar negeri terus mengalami peningkatan. Hingga pertengahan tahun ini, sebanyak 520 orang telah diberangkatkan melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 338 orang.
Menurutnya, kualitas LPK di Kota Sukabumi kini semakin diakui. Hal itu terlihat dari banyaknya peserta pelatihan yang datang dari luar daerah, seperti Sumatera Barat, Lampung, Lombok, hingga Makassar.
“Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan kualitas pelatihan di Sukabumi semakin dipercaya. Dampaknya juga dirasakan masyarakat karena ikut menggerakkan sektor ekonomi, mulai dari usaha kos-kosan, kuliner, hingga jasa transportasi,” ujar Punjul.
Disnaker berharap berbagai program penempatan tenaga kerja, peningkatan kompetensi, serta bertambahnya investasi dapat mempercepat penurunan angka pengangguran sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi pada tahun-tahun mendatang.***(RAF)
Editor : M. Nabil