Bisnisnews.net – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyebut masih banyak masyarakat yang belum mengetahui capaian Indonesia di sektor pangan. Padahal, menurutnya, Indonesia saat ini sudah swasembada dan bahkan mulai ekspor.
Hal itu disampaikan Amran saat memberikan kuliah umum bertema Swasembada Pangan di Auditorium Universitas Sumatra Utara (USU), Medan, Rabu (15/7/2026).
“Ternyata masih banyak yang belum tahu bahwa kita sudah swasembada, bahkan kita ekspor,” ujar Andi kepada awak media usai kuliah umum.
Ia menyayangkan masih beredarnya informasi keliru yang menyebut Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Menurutnya, data tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Amran menjelaskan, capaian swasembada ini merupakan hasil kerja keras pemerintah, petani, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir.
Produksi komoditas strategis seperti beras, jagung, cabai, hingga bawang dinilai sudah mampu menutup kebutuhan domestik. Bahkan untuk beberapa komoditas, surplus produksi sudah mulai diarahkan untuk ekspor.
“Ini bukti bahwa pertanian kita bergerak maju. Kita tidak hanya cukup untuk makan sendiri, tapi sudah bisa berbagi ke negara lain,” katanya.
Dalam kuliah umum di USU, Mentan juga menekankan pentingnya peran generasi muda dan kampus dalam menjaga ketahanan pangan. Ia mengajak mahasiswa untuk terlibat langsung dalam inovasi pertanian dan hilirisasi produk.
Menurutnya, tantangan ke depan bukan lagi soal produksi, tetapi soal menjaga stabilitas harga, efisiensi distribusi, dan penguatan kelembagaan petani.
Amran berharap informasi yang benar tentang capaian swasembada ini bisa tersebar luas agar tidak menimbulkan kegaduhan dan pesimisme di masyarakat.
Ia juga meminta media, akademisi, dan tokoh masyarakat membantu meluruskan narasi agar publik memahami bahwa Indonesia sudah berada di jalur swasembada pangan.
“Kita harus bangga. Ini kerja bersama. Kalau kita terus kompak, bukan tidak mungkin Indonesia jadi lumbung pangan dunia,” pungkasnya.***
Editor : M. Nabil
(Aab)