PPJNA 98 Perkuat Barisan di Surabaya, Siap Kawal Program Strategis Pemerintahan Prabowo

Date:

Bisnisnews.net – Puluhan elemen masyarakat sipil dan relawan berkumpul di Surabaya, Selasa (14/7/2026), dalam kegiatan konsolidasi yang digagas PPJNA 98. Tujuannya satu: memperkuat barisan untuk mengawal program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto sampai ke tingkat akar rumput.

Forum ini dihadiri berbagai komunitas, mulai dari LSM Jarpek yang diwakili Edi Firmanto, Pergerakan Indonesia Maju, Aliansi Biru Ceria, hingga Forum Prabowo. Pertemuan berlangsung sebagai ruang dialog untuk menyamakan langkah dalam mendukung pembangunan nasional.

Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, menegaskan posisi organisasinya. Dukungan kepada pemerintah, katanya, bukan sebatas dukungan politik, melainkan bentuk tanggung jawab mengawal agar kebijakan benar-benar dirasakan rakyat.

Tiga program besar pemerintahan Prabowo menjadi fokus pembahasan: Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Anto, Koperasi Desa Merah Putih adalah fondasi baru ekonomi desa. Melalui koperasi, masyarakat desa bisa punya akses pembiayaan, pasar, dan pendampingan usaha yang selama ini sulit dijangkau.

Untuk Kampung Nelayan Merah Putih, PPJNA 98 melihatnya sebagai jawaban atas persoalan lama nelayan. Program ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas dan memperbaiki tata niaga hasil laut agar nelayan tidak lagi dirugikan rantai distribusi panjang.

Sementara Program MBG dinilai punya dua sisi manfaat. Di satu sisi meningkatkan gizi anak, di sisi lain menghidupkan ekonomi lokal karena melibatkan petani, peternak, nelayan, UMKM, dan koperasi dalam rantai pasoknya.

“Program-program ini investasi jangka panjang. Tapi keberhasilannya tidak bisa hanya ditunggu dari pemerintah. Masyarakat harus ikut mengawal agar pelaksanaannya transparan dan tepat sasaran,” tegas Anto.

Karena itu, PPJNA 98 berkomitmen menggelar konsolidasi serupa di daerah-daerah lain. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek yang ikut mengawasi jalannya kebijakan.

Dalam diskusi juga muncul refleksi tentang semangat Reformasi 1998. Para peserta sepakat semangat itu kini harus diwujudkan bukan hanya dengan kritik, tetapi juga dengan kontribusi nyata dan pengawasan yang membangun.

Para peserta menilai stabilitas dan kolaborasi adalah kunci. Ormas, relawan, dan komunitas sipil dipandang sebagai mitra strategis pemerintah untuk memastikan setiap program berjalan sesuai tujuan awalnya.

Konsolidasi Surabaya ini ditutup dengan penegasan komitmen PPJNA 98. Organisasi akan terus bergerak, menjaga nilai demokrasi dan Pancasila, sekaligus menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat agar program prioritas nasional benar-benar sampai dan memberi manfaat.***

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemkot Sukabumi Bekali Generasi Muda Teknik Public Speaking Lewat Art of Voice

Bisnisnews.net - Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengajak...

Agensi di Uni Emirat Arab, Diduga Persulit Kepulangan PMI Asal Sukabumi yang Alami Cedera

Bisnisnews.net - Keinginan Yulianti (40), pekerja migran asal Kecamatan...

Mentan Amran: Indonesia Sudah Swasembada Pangan, Bahkan Ekspor

Bisnisnews.net – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyebut...

Sekda Ade Suryaman: Pengajian MTA Jadi Pilar Pembentukan Karakter ASN Berintegritas

Bisnisnews.net – Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman,...