“Bukan Imbauan Biasa”: PPJNA 98 Sebut Pernyataan Dasco Soal Rupiah Kirim Sinyal Kuat ke Pasar

Date:

Bisnisnews.net – Pernyataan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang mengimbau masyarakat melepas dolar AS ditanggapi positif Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda, Jumat 12/6/2026. Bagi Anto, pernyataan itu lebih dari sekadar ajakan, melainkan sinyal bahwa pemerintah optimistis rupiah akan menguat dalam waktu dekat.

Menurut Anto, konteks global saat ini memang penuh tekanan. Tensi geopolitik, kebijakan suku bunga The Fed, hingga harga komoditas dunia membuat pasar rawan cemas. Di situasi seperti itu, pernyataan pejabat negara yang paham arah kebijakan jadi penting untuk meredam spekulasi.

“Pernyataan Bang Dasco mencerminkan optimisme terukur terhadap kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi. Ini pesan bahwa strategi penguatan rupiah sudah disiapkan, bukan sekadar imbauan lepas dolar,” kata Anto kepada wartawan.

Dasco sendiri menyampaikan hal itu di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis 11/6/2026. Ia mengaku mendapat informasi pemerintah tengah menyiapkan langkah khusus untuk menahan pelemahan rupiah. Dasco bahkan menyarankan masyarakat yang menahan dolar demi keuntungan agar melepasnya sebelum rupiah naik pekan depan.

Anto menilai, nilai tukar rupiah tidak hanya ditentukan cadangan devisa atau intervensi Bank Indonesia. Kepercayaan pasar atau trust menjadi faktor kunci. Pernyataan dari pimpinan DPR yang dekat dengan pusat keputusan nasional dinilai mampu membangun ekspektasi positif investor.

“Ketika pasar yakin pemerintah solid dan arah kebijakannya jelas, modal asing lebih percaya masuk. Ruang rupiah menguat jadi terbuka,” ujarnya. Ia menyebut efek psikologis dari komunikasi pejabat negara sering kali lebih cepat dirasakan pasar dibanding kebijakan teknis.

PPJNA 98 juga mengapresiasi kinerja pemerintah dan otoritas moneter. Di tengah gejolak global, kombinasi kebijakan fiskal, moneter, dan komunikasi publik dinilai cukup sigap menjaga stabilitas. Hal ini penting agar masyarakat tidak terjebak panic buying dolar.

Anto mengajak masyarakat menahan diri dari spekulasi. Ia merujuk data fundamental ekonomi nasional yang masih kuat: pertumbuhan ekonomi 5 persen, inflasi terkendali, neraca perdagangan surplus, serta cadangan devisa memadai.

“Jadi tidak perlu ikut-ikutan panic buying dolar. Stabilitas ekonomi modern juga dibangun dari perilaku kolektif. Kalau semua borong dolar karena takut, tekanan ke rupiah justru makin besar,” tegasnya.

Imbauan Dasco, kata Anto, sebaiknya dipahami sebagai ajakan rasional. Jangan berlebihan berspekulasi pada mata uang asing, tetapi lebih percaya pada prospek ekonomi dalam negeri. Optimisme itu juga tercermin dari IHSG yang beberapa hari terakhir bergerak positif.

Anto berharap pemerintah segera menjelaskan secara bertahap strategi yang dimaksud Dasco. Keterbukaan informasi akan memberi kepastian ke pelaku pasar dan mencegah spekulasi liar. Ia yakin koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan otoritas terkait sudah berjalan.

Menutup pernyataannya, Anto menegaskan PPJNA 98 mendukung langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Stabilitas rupiah, katanya, adalah fondasi daya beli, pembangunan, dan kepercayaan investor internasional. “PPJNA 98 dukung setiap langkah pemerintah untuk kuatkan ekonomi nasional, jaga rupiah, dan lindungi rakyat,” tutupnya.***

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Jumlah Penumpang Naik 6,46 Persen, Stasiun Cibadak Semakin Vital Dukung Mobilitas Warga Sukabumi

Bisnisnews.net - Peran Stasiun Cibadak sebagai salah satu simpul...

Wali Kota: Budaya Lokal Harus Menjadi Kekuatan dan Daya Tarik Kota Sukabumi

Bisnisnews.net - Warisan budaya bukan hanya bagian dari identitas...

“Dari Kampus ke Desa”: Milad UMMI ke-23 Jadi Panggung Sinergi Akademisi dan Pemerintah

Bisnisnews.net – Universitas Muhammadiyah Sukabumi UMMI merayakan Milad ke-23...