Bisnisnews.net – Perkembangan teknologi digital dinilai harus menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan sektor energi. Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Cabang (Muscab) VI Hiswana Migas DPC Sukabumi yang berlangsung di Hotel Horison Sukabumi, Selasa (9/6/2026).
Forum yang mengangkat tema “Memperkuat Solidaritas Organisasi dalam Mendukung Transformasi Digital dan Tata Kelola Distribusi Energi Berkelanjutan” itu dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, jajaran Pertamina Patra Niaga, serta para pelaku usaha anggota Hiswana Migas.
Dalam sambutannya, Bobby Maulana menegaskan bahwa keberadaan Hiswana Migas memiliki posisi strategis dalam menjaga ketersediaan energi yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat dan penunjang aktivitas ekonomi daerah.
“Saya mengapresiasi tinggi terselenggaranya Muscab ke-VI Hiswana Migas DPC Sukabumi ini. Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen mewujudkan Sukabumi yang mandiri, maju, sejahtera, dan profesional. Salah satu kunci kemandirian tersebut adalah kemandirian energi, di mana Hiswana Migas memegang peran krusial dalam memastikan kelancaran pasokan BBM dan LPG bagi masyarakat,” kata Bobby.
Menurutnya, upaya mewujudkan ketahanan energi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal.
Pada kesempatan itu, Bobby juga menyoroti besarnya peluang pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pelayanan sektor energi. Ia menilai penggunaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
“Pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan edukasi masyarakat, memperkuat sistem informasi, hingga mendukung aspek keamanan dalam pelayanan sektor energi. Transformasi digital harus menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain mendorong digitalisasi, Bobby mengajak seluruh anggota Hiswana Migas untuk terus menjaga keandalan distribusi energi, meningkatkan profesionalisme pelayanan, dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam menghadapi tantangan yang terus berkembang.
Sementara itu, Executive General Manager Regional Jawa Bagian Barat Pertamina Patra Niaga, Freddy Anwar, menegaskan bahwa Hiswana Migas merupakan mitra penting Pertamina dalam memastikan distribusi energi berjalan lancar hingga ke masyarakat.
Ia menjelaskan, transformasi yang dilakukan Pertamina melalui pembentukan subholding bertujuan meningkatkan efektivitas operasional dan kualitas pelayanan. Dalam implementasinya, peran Hiswana Migas sangat dibutuhkan, terutama dalam pengawasan distribusi BBM dan LPG bersubsidi.
Menurut Freddy, pemerintah saat ini terus memperketat pengawasan agar energi bersubsidi dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak. Oleh karena itu, dukungan dan komitmen seluruh anggota Hiswana Migas menjadi faktor penting dalam memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif.
Melalui Muscab VI ini, Hiswana Migas DPC Sukabumi diharapkan tidak hanya memperkuat soliditas organisasi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan publik. Dengan demikian, distribusi energi yang aman, tepat sasaran, dan berkelanjutan dapat terus terjaga di wilayah Sukabumi.***(RAF)
Editor : M. Nabil