Bisnisnews.net – Di tengah pesatnya perkembangan usaha kuliner rumahan, kisah sukses Siti Masroyah atau yang akrab disapa Teh Imong menjadi inspirasi bagi banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Perempuan berusia (27) asal Kampung Cibungur, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi ini berhasil mengembangkan usaha kuliner bernama Cilok Jepret Teh Imong hingga dikenal luas oleh masyarakat.
Kesuksesan tersebut berawal dari kegemarannya membeli dan menikmati cilok jadul. Dari situ, Teh Imong bersama sang suami mulai mencoba meracik sendiri resep cilok yang berbeda dari yang sudah ada di pasaran.
Menariknya, resep Cilok Jepret yang kini menjadi andalan usahanya merupakan hasil racikan sendiri tanpa resep turun-temurun.
Dengan tekad dan kerja keras, pasangan suami istri ini mulai memasarkan produknya secara online maupun offline. Berkat konsistensi menjaga kualitas rasa serta dukungan media sosial, UMKM yang dirintis dari skala kecil tersebut kini berkembang pesat.
Teh Imong yang dikenal aktif di media sosial melalui akun TikTok @tehimong dan @cilokjeprettehimong, berhasil memanfaatkan jumlah pengikut yang dimilikinya untuk memperluas pemasaran produk. Strategi tersebut terbukti efektif, sehingga dagangannya semakin diminati dan mampu menghasilkan keuntungan jutaan rupiah setiap bulan.
Usaha yang berlokasi di Kampung Sindangsresmi, Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran ini bahkan telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Jika pada awal merintis usaha hanya dikelola bersama suami, kini Cilok Jepret Teh Imong telah mempekerjakan sekitar 10 orang karyawan.
Permintaan pasar yang terus meningkat membuat produksi Cilok Jepret semakin berkembang. Setiap hari, ratusan paket dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan telah menjangkau luar provinsi.
Teh Imong mengaku bersyukur atas perkembangan usahanya saat ini. Ia berharap usaha yang dirintis bersama suaminya dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Semoga usaha saya terus berkembang dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan di kampung, serta dapat memperbaiki ekonomi keluarga saya dan para karyawan,” ujarnya, Senin (08/06/2026).
Kisah Teh Imong menjadi bukti bahwa kreativitas, ketekunan, dan pemanfaatan media sosial secara positif mampu membuka peluang usaha yang menjanjikan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar.***
Editor : M. Nabil
(IFU)