Bisnisnews.net – Masih banyak yang salah kaprah. Dengar “Makan Bergizi Gratis”, yang kebayang langsung: anak-anak antri bawa kotak makan di sekolah.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony Sonjaya angkat bicara. Dia bilang, bayangan itu belum lengkap.
“MBG itu dimulai bukan dari ruang kelas. Tapi dari rahim ibu,” tegas Sony, Minggu 31/05./2026.
1000 Hari Pertama = Kunci Indonesia Emas
Menurut Sony, pemerintah punya urutan jelas. Sebelum nasi bungkus sampai ke bangku sekolah, gizi harus nyampe duluan ke 3 orang ini: ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
Kenapa? Karena 1000 Hari Pertama Kehidupan HPK adalah periode emas. Asupan gizi di masa ini nentuin tinggi badan, daya pikir, sampai produktivitas anak 20 tahun ke depan.
“Kalau pondasinya rapuh dari sini, mau bangun Indonesia Emas 2045 pakai apa?” ujar Sony dalam forum konsolidasi MBG di beberapa daerah.
“School Meal” Bikin Orang Keliru
Sony ngaku, istilah “school meal” yang sempat dipakai bikin banyak mitra & yayasan salah fokus. Mereka buru-buru MoU sama sekolah, padahal ibu hamil & balita di sekitar dapur MBG justru belum tersentuh.
Padahal, kata Sony, itulah esensi MBG. Ini bukan program makan siang. Ini investasi SDM. Investasi biar anak Indonesia lahir sehat, cerdas, nggak stunting.
Pesan Tegas: Jangan Menyimpang
Lewat konsolidasi bareng Kepala SPPG, yayasan pelaksana, sampai Satgas MBG Kab/Kota, Sony nitip pesan keras:
“Mengutamakan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita itu esensi MBG. Ini harus betul-betul dijiwai semua pelaksana di lapangan. Jangan coba-coba menyimpang dari tujuan utama.”
Beliau juga minta semua pihak saling jaga & ingatkan. Karena MBG ini program prioritas *Presiden Prabowo Subianto*. Tujuannya mulia: lahirkan generasi Indonesia yang benar-benar siap mengisi 2045.
Jadi ingat: Kalau lihat dapur MBG, cek dulu. Ibu hamil & balita di sekitarnya udah dapat jatah belum? Kalau belum, berarti arahnya masih melenceng.***
Editor : M. Nabil
(Aab)