Bisnisnews.net – Forum RT/RW Kota Sukabumi memastikan aksi penyampaian pendapat yang akan digelar pada Selasa (2/6/2026) tetap berjalan sesuai rencana. Menjelang pelaksanaan aksi tersebut, panitia mulai membuka posko bantuan logistik untuk menampung dukungan masyarakat.
Koordinator Aksi 2.6.26, Mauly Fahlevi Prawira, mengatakan pemberitahuan kegiatan sudah disampaikan secara resmi kepada Polres Sukabumi Kota sehingga persiapan kini terus dimatangkan.
“Kegiatan aksi tetap dilaksanakan pada 2 Juni 2026 sesuai agenda yang telah direncanakan,” kata Mauly, Minggu (31/5/2026).
Posko logistik yang berada di kawasan Jalan R. Syamsudin, SH itu menerima berbagai bentuk bantuan seperti air mineral, makanan ringan, obat-obatan ringan, hingga perlengkapan kesehatan. Kebutuhan tersebut dipersiapkan karena massa yang diperkirakan hadir disebut mencapai ribuan peserta.
Menurut Mauly, aksi tersebut tidak hanya diikuti pengurus RT dan RW, tetapi juga terbuka bagi berbagai unsur masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi secara damai.
“Mahasiswa, komunitas, pekerja, organisasi masyarakat, maupun warga umum dipersilakan ikut bergabung,” ujarnya.
Ia menuturkan, pembukaan posko logistik juga menjadi bentuk transparansi bahwa gerakan yang dilakukan lahir dari dukungan masyarakat secara sukarela, bukan didorong kepentingan kelompok tertentu.
“Gerakan ini murni berangkat dari kepedulian terhadap kepentingan masyarakat. Tidak ada pihak yang menunggangi ataupun mendanai,” tegasnya.
Dalam aksi yang rencananya dipusatkan di depan Balai Kota Sukabumi tersebut, Forum RT/RW akan membawa sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kota Sukabumi. Salah satunya terkait realisasi program yang sebelumnya dijanjikan kepada masyarakat, termasuk mengenai dana abadi.
Selain itu, forum juga meminta adanya permohonan maaf dari Wali Kota Sukabumi atas pernyataan yang dinilai memicu polemik dan menyinggung keberadaan RT maupun RW di Kota Sukabumi.
“Kami berharap ada klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada para Ketua RT dan RW atas pernyataan yang dianggap menimbulkan kesalahpahaman,” pungkas Mauly.***(RAF)
Editor : M. Nabil