Bisnisnews.net – Komitmen swasta untuk pariwisata berkelanjutan kembali ditunjukkan PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, produsen Semen SCG. Melalui program SCG GESARI, perusahaan resmi mendukung Desa Wisata Karangpara, Desa Kebonmanggu, agar menjadi desa wisata mandiri.
Pengumuman dilakukan saat acara Peluncuran Desa Wisata Karangpara pada 13 Mei 2026 di kawasan Wisata Karangpara. Lokasi ini dipilih karena bentang alam geologinya yang langka dan menjadi salah satu dari 31 desa wisata prioritas Pemkab Sukabumi.
Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M. hadir langsung dan menegaskan posisi Karangpara sebagai destinasi unggulan. Menurutnya, keunikan geologi, nilai ilmiah, edukasi, dan konservasi membuat kawasan ini harus dikembangkan hati-hati.
“Karangpara merupakan salah satu kawasan wisata alam unggulan di Kabupaten Sukabumi yang memiliki keunikan bentang alam geologi yang sangat menarik. Selain memiliki nilai keindahan wisata, kawasan Karangpara juga memiliki nilai ilmiah, edukatif, dan konservasi yang sangat penting,” ungkap Asjap, Jumat 29/05/2026.
Asjap menekankan, pengembangan wisata tidak boleh mengorbankan lingkungan. Prinsip pelestarian dan keberlanjutan harus jadi fondasi agar Karangpara tetap menarik untuk generasi mendatang.
Di kesempatan sama, Bupati menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang menyukseskan peluncuran. Ia menilai kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat adalah syarat mutlak agar desa wisata tumbuh sehat.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang berkontribusi mendukung dan menyukseskan event Desa Wisata pada hari ini,” tambah Asep.
Anawat Pornpunyapat, President Director PT Semen Jawa & PT Tambang Semen Sukabumi, memaparkan bentuk dukungan SCG. Fokusnya bukan hanya infrastruktur, tapi penguatan kapasitas pengelola wisata secara menyeluruh.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan peran aktif dalam pembinaan kelompok pengelola wisata dari berbagai aspek, mulai dari penguatan kepengurusan dan organisasi, pengembangan model bisnis, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran wisata,” jelas Anawat.

Tujuan akhirnya jelas: masyarakat Karangpara mampu mengelola potensi wisata secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan. SCG ingin memastikan desa ini tidak tergantung bantuan terus-menerus.
Dukungan SCG diikat dalam prinsip Inclusive Green Growth. Artinya pertumbuhan ekonomi desa harus inklusif, ramah lingkungan, dan melibatkan semua pemangku kepentingan, dari warga hingga sektor swasta.
Rencana Pengembangan Bisnis Karangpara 2026-2030 sudah disusun bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi. Dokumen itu dipaparkan di hadapan Bupati dan para pemangku kepentingan saat peluncuran.
Tahap pertama, Reaktivasi 2026, fokus membangun fondasi. Identitas wisata berbasis panorama alam diperkuat, paket wisata disusun, akses dan fasilitas ditingkatkan, serta pelatihan masyarakat dan penggalian potensi UMKM dilakukan.
Masuk tahap Penguatan 2027-2028, variasi paket wisata ditambah dan kapasitas warga-UMKM diasah. Acara rutin mulai digelar untuk menjaga kunjungan, sekaligus kolaborasi dengan pihak luar diperluas agar pengalaman wisata makin bernilai.
Tahap terakhir, Konsolidasi 2029-2030, membangun ekosistem jangka panjang. Jejaring kerja sama dengan pelaku lokal dan korporasi diperluas, fasilitas dipelihara, sehingga daya tarik Karangpara terjaga.
Sebagai aksi nyata tahun ini, SCG akan membangun area piknik dan mengembangkan Taman Bunisora. Taman ini dirancang sebagai ruang publik edukatif yang memadukan nilai budaya Sunda: harmoni dengan alam, gotong royong, dan kearifan lokal.
Peluncuran juga diramaikan booth UMKM binaan SCG GESARI. Naya Furniture menunjukkan upcycling limbah jadi furnitur. Mandiri Konveksi memproduksi tas dari kemasan semen bekas. E-Mission membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah.
Kehadiran UMKM ini menegaskan arah SCG: mendukung usaha yang selaras dengan ekonomi sirkular dan gaya hidup berkelanjutan. Dengan begitu, Karangpara diharapkan jadi motor ekonomi lokal sekaligus destinasi wisata alam-budaya yang membanggakan warga Sukabumi.***
Editor : M. Nabil
(SRM)