Bisnisnews.net || Puluhan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kabupaten Sukabumi kini mulai menembus pasar ritel modern dengan hadir di salah satu pusat perbelanjaan, Yogya Palabuhanratu. Kehadiran produk lokal ini menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM dalam memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing di tengah pasar yang semakin kompetitif.
Tercatat sekitar 80 produk UMKM telah berhasil masuk dan mengisi rak-rak penjualan di Yogya. Beragam jenis produk makanan olahan tangan turut meramaikan etalase, memberikan pilihan yang lebih variatif bagi konsumen sekaligus memperkenalkan kekayaan produk lokal Sukabumi.
Masuknya produk-produk tersebut tidak terlepas dari peran Koperasi Pemasaran Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang menjadi jembatan antara pelaku usaha dengan pihak ritel modern. Selain itu, proses ini juga didukung oleh kolaborasi lintas instansi, seperti Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), serta Dinas Pariwisata melalui penguatan sektor ekonomi kreatif, dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dalam aspek perizinan dan kemudahan investasi.
Melalui koperasi dan dukungan instansi terkait, proses kurasi, pendampingan, hingga distribusi produk dilakukan secara terstruktur agar memenuhi standar pasar modern, baik dari sisi kualitas, kemasan, maupun legalitas usaha.
Pengurus Koperasi IKM, Sri Perina Rahayu, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong UMKM naik kelas.
“Kami berupaya memfasilitasi para pelaku UMKM agar produknya bisa masuk ke ritel modern, salah satu syarat utamanya memang harus melalui lembaga seperti koperasi, sehingga dari sisi kualitas, legalitas, hingga kontinuitas produksi bisa lebih terjamin,” ujar Sri pada, Rabu (6/5/2026).
Selain berasal langsung dari pelaku UMKM, sebagian produk yang kini dipasarkan di Yogya juga merupakan hasil kurasi dari Gedung Promosi Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Sukabumi. Produk-produk tersebut kemudian didistribusikan oleh Sri Perina melalui Koperasi IKM sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar, dengan dukungan promosi dari sektor ekonomi kreatif yang digerakkan oleh Dinas Pariwisata.
Keberadaan koperasi dan sinergi antarinstansi dalam proses ini menjadi sangat penting, tidak hanya sebagai penyalur, tetapi juga sebagai penguat kelembagaan bagi para pelaku usaha. Dengan adanya wadah yang jelas serta dukungan regulasi dan fasilitasi perizinan dari DPMPTSP, UMKM dapat lebih mudah memenuhi standar administrasi maupun kualitas yang dipersyaratkan oleh ritel modern.
Menariknya, seluruh produk yang berhasil masuk ke Yogya telah memiliki legalitas yang lengkap, mulai dari izin usaha hingga sertifikasi yang dibutuhkan. Hal ini menjadi indikator bahwa produk UMKM Sukabumi semakin siap bersaing dan mampu memenuhi standar industri yang lebih tinggi.
Dengan semakin banyaknya produk lokal yang hadir di ritel modern, diharapkan UMKM Kabupaten Sukabumi dapat terus berkembang dan naik kelas. Sinergi antara pelaku usaha, koperasi, DKUKM, Disdagin, Dinas Pariwisata, serta DPMPTSP menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu membuka peluang lebih luas bagi produk lokal untuk dikenal dan diminati pasar yang lebih besar.***
Editor : M. Nabil
(Ujeng)