Bisnisnews.net – Hiruk pikuk lalu lintas di Jalan Raya Bagbagan–Kiara Dua seringkali membuat para pengendara merasa lelah. Namun, bagi mereka yang melintasi kawasan Kampung Selakopi, Desa Cidadap, aroma panggangan ayam yang menyeruak di udara kerap kali menjadi alasan untuk menepi sejenak. Adalah kedai Ayam Goreng dan Bakar Lempu milik Mang Asep, sebuah destinasi kuliner sederhana yang kini menjadi buah bibir warga lokal maupun pelancong. Selasa, 5 Mei 2026.
Sejak mulai beroperasi pada pukul 15:00 WIB, kedai ini hampir tidak pernah sepi pengunjung. Mang Asep, sang pemilik, dengan sigap mengolah potongan ayam di atas bara api maupun penggorengan sesuai pesanan pelanggan. Selain menu ayam yang menjadi primadona, kedai ini juga menyajikan variasi menu karbohidrat lainnya seperti mie goreng dan kwetiau yang tak kalah laris manis diburu para pencinta kuliner malam.
Meski memiliki daftar menu yang beragam, ada yang berbeda pada pelayanan hari ini. Menu ikan bakar yang biasanya menjadi pendamping setia ayam bakar terpaksa ditiadakan untuk sementara waktu. Mang Asep menjelaskan bahwa stok ikan sedang kosong atau belum tersedia, sehingga ia memilih untuk meliburkan menu tersebut agar kualitas rasa tetap terjaga bagi para pelanggannya.
Salah satu daya tarik utama yang membuat Kedai Lempu ini selalu ramai adalah harganya yang sangat bersahabat bagi kantong semua kalangan. Hanya dengan merogoh kocek mulai dari Rp 15.000, pengunjung sudah bisa menikmati hidangan yang memuaskan. Setiap porsi ayam yang disajikan sudah dilengkapi dengan nasi hangat, lalapan segar yang melimpah, serta sambal khas yang memberikan sensasi pedas menggigit.
Tidak hanya melayani pembeli di tempat, Mang Asep juga melebarkan sayap usahanya dengan membuka layanan katering. Layanan ini ditujukan bagi warga atau instansi yang ingin menyajikan menu ayam bakar lempu untuk acara-acara khusus. Fleksibilitas dan kualitas rasa inilah yang membuat nama “Mang Asep Selakopi” kian dikenal luas di wilayah Kecamatan Simpenan dan sekitarnya.
Aktivitas di kedai ini biasanya mencapai puncaknya saat matahari terbenam dan terus berlanjut hingga stok dagangan habis. Meski secara resmi bisa buka hingga pukul 23:00 WIB, tak jarang Mang Asep sudah harus menutup gerobaknya lebih awal, sekitar pukul 21:00 WIB, karena antusiasme pembeli yang luar biasa. Bagi Anda yang ingin mencicipi, disarankan untuk datang lebih awal sebelum kehabisan.***
Editor : M. Nabil
(Yosep)