Bisnisnews.net || Insiden mengejutkan terjadi di depan Masjid Darul Matin, Kecamatan Cibadak, pada Sabtu (28/3/2026) malam.
Sebuah ban truk tronton dilaporkan terlepas saat kendaraan melintas di tengah kepadatan arus lalu lintas, lalu menggelinding tak terkendali hingga menabrak gerobak kopi di pinggir jalan. Peristiwa tersebut sontak mengubah suasana menjadi panik. Ban berukuran besar itu meluncur dari badan jalan menuju area trotoar dan menghantam gerobak dengan keras.
Dua pedagang kopi yang berada di lokasi terpental akibat benturan dan mengalami luka-luka. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan. Kedua korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan penanganan medis.
Salah seorang saksi mata, Faisal, menuturkan kejadian berlangsung sangat cepat. Awalnya ia hanya mendengar teriakan dari pengguna jalan sebelum akhirnya melihat ban truk sudah menggelinding ke arah gerobak.
“Tiba-tiba ramai teriak ada ban lepas. Pas dilihat, bannya sudah meluncur cepat dan langsung menabrak gerobak kopi,” ujarnya.
Benturan keras membuat gerobak rusak parah dan terseret beberapa meter. Warga yang panik sempat menghentikan arus kendaraan demi mengevakuasi korban dan menghindari kecelakaan lanjutan.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan dengan mengamankan sopir truk untuk dimintai keterangan. Sementara itu, ban yang terlepas diamankan sebagai barang bukti di posko Damkar Cibadak.
Kejadian ini menambah daftar insiden yang melibatkan truk sumbu tiga di wilayah Cibadak dalam waktu berdekatan. Padahal, kendaraan bertonase besar tersebut tengah dibatasi operasionalnya selama periode tertentu.
Sebelumnya, kecelakaan fatal juga terjadi di kawasan yang sama, tepatnya di depan Kantor Samsat Cibadak, yang merenggut nyawa seorang warga. Rentetan peristiwa ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait masih maraknya truk besar yang melintas di jalur padat.
Warga pun berharap adanya pengawasan yang lebih ketat dari aparat, tidak hanya setelah kejadian, tetapi juga sebagai langkah pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terulang.***
Editor : M. Nabil
(IFU)