Bisnisnews.net || Menjelang Hari Raya Idulfitri, tradisi membuat ketupat tidak hanya menjadi bagian dari budaya masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha musiman yang menjanjikan. Di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sukabumi, produksi ketupat meningkat signifikan karena tingginya permintaan masyarakat.
Ketupat yang identik dengan perayaan Lebaran kini dimanfaatkan oleh warga sebagai usaha tahunan. Mulai dari pembuatan anyaman kulit janur hingga penjualan ketupat siap isi, kegiatan ini mampu menambah penghasilan keluarga, terutama di momen menjelang hari raya.
Para pelaku usaha mengaku bahwa permintaan ketupat biasanya mulai meningkat sejak H-5 Lebaran. Mereka memproduksi ketupat dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan pasar tradisional maupun pesanan dari pelanggan tetap.
“Setiap tahun pasti jualan ketupat. Alhamdulillah, hasilnya lumayan untuk menambah kebutuhan Lebaran,” ujar Yuhanah (45) salah satu pembuat ketupat tahunan
” Meskipun tahun sekarang sangat drastis menurun, TPI setiap tahun selalu ada yang memesan,” tambahnya, Kamis (19/03/2026).
Selain mudah dibuat, bahan baku ketupat seperti janur kelapa relatif mudah didapatkan di wilayah pedesaan. Hal ini menjadikan usaha ketupat sebagai peluang yang dapat dijalankan oleh berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga hingga pelaku usaha kecil.
Tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, usaha ketupat juga turut melestarikan tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Proses menganyam ketupat bahkan menjadi aktivitas khas yang mempererat kebersamaan keluarga menjelang hari raya.
Dengan potensi pasar yang selalu ada setiap tahun, usaha ketupat dipandang sebagai salah satu peluang ekonomi kreatif berbasis tradisi yang patut terus dikembangkan. Selain menjaga kearifan lokal, usaha ini juga menjadi bukti bahwa budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.***
Editor : M. Nabil
(IFU)