Korban Penyiraman Air Keras yang Dirujuk Bertambah, DP3A Kabupaten Sukabumi Kawal Sampai Tuntas   

Date:

Bisnisnews.net || Korban penyiraman air keras yang terjadi di Sukabumi, pada akhir tahun 2024 lalu, yang harus dirujuk ke RSHS Bandung bertambah.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat ulah seorang suami yang bernama Gagan (59), yang tega menyiramkan air keras ke tubuh istri dan sejumlah anggota keluarganya, menyebabkan banyak korban yang mengalami luka bakar.

Sehingga, 2 korban yaitu Dedeh Kurniasih (46) istri pelaku dan AG (11) anak tiri, harus dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, untuk menjalani perawatan dan pengobatan lanjutan.

Info terkini, 1 korban yang bernama Muhammad Syarif Alfian (18) anak tiri pelaku, juga harus dirujuk ke RSHS Bandung, karena pihak RSUD Sekarwangi tidak memiliki peralatan untuk melakukan perawatan/operasi lanjutan bagi korban (pasien-red).

Dikonfirmasi melalui sambungan perpesanan WhatsApp,  Kasubag TU UPTD PPA Wilayah Sukabumi, Yeni Dewi Endrayani  mengungkapkan, ada perkembangan terbaru terkait korban penyiraman air keras yang harus dirujuk ke RSHS Bandung.

“Betul, ada perkembangan baru terkait korban penyiraman air keras. 1 orang pasien korban penyiraman air keras yang bernama MSA harus dirujuk ke RSHS Bandung untuk menjalani operasi,” ungkap Yeni, Jumat 17/01/2025.

“Jadi, total pasien yang dirujuk semuanya berjumlah 3 orang. Semuanya kini sudah menjalani perawatan dan operasi pertama,” tambah Yeni.

Selanjutnya Yeni menuturkan, hal yang sangat urgen untuk penanganan ke tiga pasien sekarang adalah biaya untuk menyelesaikan administrasi, biaya tunggu dan biaya untuk kelangsungan hidup keluarga korban.

“Alhamdulillah, untuk biaya perawatan sudah ada yang mengcover. Tinggal untuk biaya tunggu dan kelangsungan hidup keluarganya,” tutur Yeni.

Pihaknya, masih terus membuka donasi bagi siapapun dan pihak manapun yang ingin membantu, untuk menutupi kekurangan biaya perawatan korban.

“Kami masih membuka uluran tangan dari pihak manapun untuk bisa membantu. Karena Kami masih kekurangan untuk biaya sehari-hari, terutama bagi keluarga yang menunggu, serta untuk kelangsungan hidup keluarga korban yang jelas tidak ada yang menanggung,” pungkas Yeni.***

Foto : Istimewa

Editor : M. Nabil

Reporter : Aab

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Ketua DPRD Apresiasi Pemkab Sukabumi Raih Opini WTP Ke-12 dari BPK RI

Bisnisnews.net – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali,...

Kepala UPTD PLUT KUMKM Kabupaten Sukabumi Meninggal Dunia, DKUKM Ucapkan Bela Sungkawa

Bisnisnews.net – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Unit Pelaksana...

PLUT KUMKM Sukabumi Berkabung, Kepala UPTD Herman Subandi, Wafat di RS R. Syamsudin

Bisnisnews.net – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Unit Pelaksana...

10 Bulan Putus, Saluran Irigasi Cipamatutan di Parungkuda Akhirnya Hidup Lagi

Bisnisnews.net – Sawah-sawah di Desa Sundawenang siap kembali menghijau....