10 Bulan Putus, Saluran Irigasi Cipamatutan di Parungkuda Akhirnya Hidup Lagi

Date:

Bisnisnews.net – Sawah-sawah di Desa Sundawenang siap kembali menghijau. Setelah 10 bulan terputus, saluran Daerah Irigasi DI Cipamatutan mulai dibangun ulang oleh UPTD PU Wilayah III Cicurug. Kerusakan terjadi saat banjir 10 Agustus 2025 yang menggeser aliran sungai dan meluluhlantakkan tanggul sepanjang 60 meter.

Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh, menyebut banjir itu mengubah jalur sungai. Tanggul penahan jebol, air merusak konstruksi, dan saluran irigasi putus total. Akibatnya petani di Parungkuda kehilangan sumber air utama untuk menanam padi.

“Akibat pergeseran aliran sungai tersebut, tanggul tergerus dan saluran irigasi sepanjang kurang lebih 60 meter terputus,” jelas Asep, Jumat 12/6/2026.

Proses rekonstruksi dimulai Mei 2026 dan ditarget rampung bulan ini. Pekerjaan tidak sekadar menambal. Dinas PU merancang ulang dengan konstruksi lebih kuat agar tahan banjir susulan.

Inovasi utamanya ada di talang air. Pondasi dan tiang dibuat dari beton bertulang. Untuk badan talang, dipilih plat baja. Material ini dipilih karena daya tahan tinggi terhadap gerusan dan perubahan debit air.

Tak hanya talang, proyek paket PJIP-43 senilai Rp1.339.741.349 ini juga melengkapi bangunan pendukung. Ada bangunan penguras untuk membuang lumpur, bangunan ukur untuk memantau debit, serta bangunan sadap yang membagi air ke petak-petak sawah.

CV Anggell Gemilang jadi kontraktor pelaksana. Mereka ditugaskan memastikan aliran air kembali normal agar petani bisa segera masuk musim tanam tanpa menunggu lama.

Harapan besar disematkan pada proyek ini. Asep optimistis DI Cipamatutan akan berfungsi penuh setelah selesai. “Petani pengguna air dapat kembali melakukan penanaman padi,” ujarnya.

Kabar baik itu disambut lega Ketua P3A DI Cipamatutan. Ia mewakili petani mengucapkan terima kasih ke Bupati, Wakil Bupati, DPRD, Dinas PU, dan Forkopimcam Parungkuda yang mengawal proyek sampai terealisasi.

Bagi petani, saluran ini bukan sekadar beton dan baja. Ini jalur kehidupan. Selama 10 bulan bero, banyak lahan dialihkan ke palawija atau dibiarkan kosong karena tak ada air. Produktivitas dan pendapatan keluarga jelas turun.

Dengan talang baja baru, risiko kerusakan saat banjir diharapkan lebih kecil. Konstruksi lebih kokoh berarti petani bisa tenang menanam, tidak lagi cemas saluran putus tiap musim hujan datang.

Rekonstruksi DI Cipamatutan menutup luka banjir Agustus 2025. Kini air siap mengalir lagi, padi siap ditanam lagi, dan lumbung pangan Parungkuda pelan-pelan pulih. Kolaborasi pemerintah dan petani membuktikan infrastruktur pertanian tetap jadi prioritas.***

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

PLN UP3 Sukabumi dan YBM PLN Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Cidahu

Bisnisnews.net – Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terdampak musibah,...

Disnakertrans Sukabumi Gelar Open Job Fair Dalam dan Luar Negeri di Sukabumi Expo 2026

Bisnisnews.net– Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi...

Sambut HUT ke-81 RI, HANURA Jabar Gelar Diskusi Kebangsaan: “Merdeka di Era Digital”

Bisnisnews.net – Dewan Pimpinan Daerah DPD Partai HANURA Provinsi...

Dewan Pers: Jaga Kemerdekaan Pers dan Lindungi Wartawan dari Intimidasi

Bisnisnews.net – Dewan Pers mengeluarkan pernyataan resmi pada Rabu,...