Bisnisnews.net || Suasana sore bulan suci Ramadan di sudut terminal Sinagar, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, mulai berubah. Terminal kecil yang biasanya agak lengang perlahan dipenuhi lapak sederhana oleh para pelaku UMKM.
Tanpa komando warga seolah kompak keluar rumah mencari menu berbuka (takjil) atau sekadar membuang waktu menunggu adzan magrib berkumandang.
Di sisi lain, ratusan pelaku UMKM yang didominasi pedagang jajanan takjil dadakan tumbuh. Senyum optimis mereka begitu terasa, ekonomi warga bergerak.
“Iya, coba-coba jualan ini. Mudahan berkah jual es campur ke orang yang berpuasa. Dapat uang juga,” kata Siti, salah seorang pedagang gorengan, yang ikut mangkal di pasar kat Ramadhan di Terminal Sinagar, Kamis 19/02/2026.
Tak hanya pedagang di emperan jalan. Aroma gorengan hangat, kolak manis, hingga aneka minuman segar juga begitu terasa di lapangan terminal Sinagar.
Ramadhan tahun 1447 H, pengelola terminal Sinagar, menyulap lahan tempat parkir kendaraan itu menjadi pasar kilat Ramadan. Di lokasi ini, para pedagang musiman difasilitasi. Warga diberi ruang untuk menjajakan barang dagangannya kepada pemburu takjil.
Terlihat, pasar kilat takjil Ramdhan bukan sekadar tempat jual beli. Melainkan ruang perjumpaan, harapan, dan perputaran rezeki warga.
Neng Helda (32), salah satu warga Kp. Pasirbentik RT 02 RW 22, Desa Nagrak Utara Kecamatan Nagrak, mengaku senang dengan adanya Bazar Ramadan ini. Ini sekaligus jadi tempat bertegur sapa dengan tetangga dan kawan lama di tengah masih minimnya ruang terbuka di wilayah tersebut.
“Beli gorengan dan minuman segar saja tadi. Masak juga sebenarnya di rumah, sengaja ke sini sambil ketemu-ketemu teman lama,” ucapnya sembari tersenyum.
Diketahui, pasar takjil Ramadhan terminal Sinagar ini biasanya buka selama pelaksanaan puasa, dan berkahir pada H-2 menjelang Hari Raya Idulfitri.***
Editor : M. Nabil
(Aab)