Bisnisnews.net || Momentum berbuka puasa kerap identik dengan aneka hidangan manis dan gorengan yang menggoda selera. Namun, ahli gizi mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih ta’jil agar tubuh tetap sehat dan bugar selama menjalani ibadah puasa Ramadhan.
Ta’jil yang sehat tidak hanya berfungsi mengembalikan energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga, tetapi juga membantu menjaga kestabilan gula darah serta sistem pencernaan. Salah satu pilihan terbaik untuk mengawali berbuka adalah kurma. Buah ini mengandung gula alami seperti glukosa dan fruktosa yang cepat diserap tubuh, serta kaya serat dan mineral.
Selain kurma, buah-buahan segar seperti semangka, melon, pepaya, dan jeruk juga dianjurkan karena mengandung banyak air, vitamin, dan antioksidan. Kandungan tersebut efektif membantu menghidrasi tubuh sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Minuman alami seperti air kelapa murni pun menjadi alternatif ta’jil yang menyehatkan. Kandungan elektrolitnya membantu mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.
Teh hangat atau teh herbal tanpa tambahan gula juga dapat menjadi pilihan untuk menenangkan lambung sebelum menyantap makanan utama.
Bagi yang ingin menikmati hidangan tradisional, kolak dan bubur kacang hijau tetap bisa dikonsumsi dengan catatan mengurangi penggunaan gula dan santan berlebihan. Mengganti santan kental dengan santan encer atau susu rendah lemak dapat menjadi solusi agar lebih ramah bagi pencernaan.
Sebaliknya, konsumsi gorengan dan minuman dengan sirup tinggi gula sebaiknya dibatasi. Selain berisiko meningkatkan kadar gula darah secara drastis, makanan berlemak tinggi juga dapat memicu gangguan lambung jika dikonsumsi dalam kondisi perut kosong.
Masyarakat diimbau untuk memulai berbuka dengan makanan manis alami dalam porsi kecil, kemudian memberi jeda sebelum menyantap hidangan utama. Pola ini dinilai lebih baik dalam membantu tubuh beradaptasi setelah berpuasa hampir 13 jam.
Dengan memilih ta’jil yang sehat dan bergizi, diharapkan ibadah puasa dapat dijalani dengan lancar, tubuh tetap berenergi, dan kesehatan tetap terjaga hingga akhir Ramadhan.***
Editor : M. Nabil
(IFU)