Bisnisnews.net || Kekhawatiran masyarakat akan lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan tampaknya tidak terjadi di Pasar Panggeleseran, Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan pantauan langsung pada Senin (16/2/2026) atau H-2 Ramadan, harga beras masih berada dalam rentang harga normal.
Situasi ini memberikan napas lega bagi warga yang sedang mempersiapkan kebutuhan pangan untuk sahur dan berbuka puasa. Beras, sebagai kebutuhan pokok utama, sejauh ini tidak mengalami kenaikan harga yang berarti di tingkat pedagang eceran.
Saat ini, harga beras di pasaran berkisar antara Rp10.000 hingga Rp12.000 per liter. Variasi harga ini ditentukan oleh kualitas, jenis, serta tingkat sosoh (penggilingan) beras yang ditawarkan.
Bayu (25), salah seorang pedagang di Toko Beras Barokah, menegaskan bahwa belum ada lonjakan harga yang signifikan meskipun permintaan konsumen mulai meningkat drastis mendekati hari pertama puasa.
“Alhamdulillah, untuk harga saat ini masih stabil. Paling rendah kami menjual di kisaran Rp10.000 per liter, dan untuk harga kualitas premium paling mahalnya di kisaran Rp12.000 per liter,” jelas Bayu saat ditemui di kiosnya.
Lebih lanjut, Bayu memastikan bahwa arus distribusi beras dari penggilingan ke toko berjalan lancar, sehingga tidak ada potensi kelangkaan barang. Toko Beras Barokah sendiri mampu memenuhi permintaan pasar dengan volume yang cukup besar.
“Stok. Rata-rata per tiga hari kami bisa menjual hingga 3 ton beras. ,” tambah Bayu.
Di tengah situasi yang kondusif ini, para pedagang di Pasar Pangleseran berharap stabilitas harga dan pasokan dapat terus terjaga hingga Idul Fitri nanti. Mereka ingin memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa tanpa terbebani oleh tingginya harga pangan.***
Editor : M. Nabil
(Sule)