Elang Jawa Korban Tabrakan Kaca Masih Jalani Pemantauan Intensif di Cikananga

Date:

Bisnisnews.net || Elang Jawa yang sempat menabrak kaca rumah warga di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, hingga kini masih berada dalam pengawasan ketat tim medis. Satwa dilindungi tersebut diduga mengalami tekanan psikologis berat pascakejadian dan saat proses evakuasi.

Manager Umum Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga, Cahyono, menjelaskan bahwa elang tersebut pertama kali dievakuasi oleh petugas Polisi Hutan dari lokasi kejadian. Setelah dievakuasi, satwa itu langsung dibawa ke kantor Polhut sebelum akhirnya diserahkan kepada tim Cikananga untuk penanganan lebih lanjut.

“Dari lokasi kejadian di Nagrak, elang dievakuasi oleh Polhut. Kondisinya saat itu lemah, responsnya kurang, tetapi masih hidup. Pada hari yang sama langsung kami bawa ke Cikananga,” kata Cahyono, Kamis (5/2/2026).

Setibanya di pusat penyelamatan, elang Jawa tersebut menjalani pemeriksaan awal dan sempat dirawat satu malam di klinik. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kondisi fisik yang lemah dan perilaku yang belum normal.

Meski demikian, tanda-tanda perbaikan mulai terlihat keesokan harinya. Saat dipindahkan ke kandang karantina, elang tersebut sudah mampu naik dan bertengger, meskipun belum sepenuhnya aktif.

“Sebelumnya dia terus berada di bawah dan tidak mau terbang. Namun, berdasarkan laporan tim karantina, sekarang sudah bisa terbang pendek dan bertengger di tenggeran,” ujarnya.

Cahyono menambahkan, meski ada perkembangan positif, tingkat stres elang Jawa tersebut masih tergolong tinggi. Kondisi itu membuat satwa tampak defensif dan berdampak pada kebugaran fisiknya.

“Perilakunya masih sangat liar. Stresnya tinggi, jadi defensif. Kondisi itu justru membuat tubuhnya terlihat semakin lemah,” jelasnya.

Tim perawat juga masih memantau pola makan elang tersebut. Upaya pemberian pakan telah dilakukan, namun belum dapat dipastikan apakah pakan tersebut sudah dikonsumsi.

“Pada satwa liar yang mengalami stres berat, respons terhadap pakan memang sering terlambat. Bisa butuh waktu sebelum mau makan,” tambahnya.

Terkait kemungkinan cedera, Cahyono menyebut terdapat dugaan benturan cukup keras saat insiden terjadi. Pasalnya, elang tersebut sempat tidak mau bertengger, yang mengindikasikan adanya gangguan pada bagian tubuh tertentu.

“Benturan kemungkinan terjadi di bagian kepala saat menabrak kaca. Ketika jatuh, bisa saja bagian belakang tubuh atau ekor yang lebih dulu mengenai lantai, dan itu berpotensi memengaruhi kaki,” terangnya.

Saat ini, elang Jawa tersebut masih menjalani masa karantina dan observasi lanjutan. Pihak Cikananga akan terus memantau perkembangan kondisinya sebelum mengambil langkah berikutnya.

“Jika nanti kondisinya stabil, tidak ada luka serius, dan perilakunya tetap liar, kami akan merekomendasikan kepada BKSDA untuk proses pelepasliaran kembali ke habitatnya,” pungkas Cahyono.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Citra Mewah di Layar, Dompet Kosong di Dunia Nyata

Oleh : Dede Heri/Sekjen Rumah Literasi Merah PutihBisnisnews.net -...

Kunjungan Dasco-Rosan ke BEI Dibaca Sebagai Upaya Meredam Gejolak Ekonomi

Bisnisnews.net - Kehadiran Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco...

Program 12 PAS Kembali Bergulir, Pemkot Sukabumi Salurkan Bantuan dan Dukung Pelaku UMKM

Bisnisnews.net - Pemerintah Kota Sukabumi kembali melaksanakan program Ayeuna...

PWI Soroti Penahanan Jurnalis RI di Misi Global Sumud Flotilla, Minta Perlindungan Diperkuat

Bisnisnews.net – Penahanan rombongan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla...