Bisnisnews.net || Ratusan pesilat dari berbagai paguron yang tergabung dalam Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Sukabumi ambil bagian dalam Pasanggiri Ibing Penca Silat Medal Wangi Cup 1 Tahun 2026.
Ajang bergengsi ini digelar selama tiga hari di Kampung Cimenteng, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua DPD PPSI Kabupaten Sukabumi, H. Dedi Haryadi, pada Jumat (30/1/2026). Pasanggiri ini menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang pelestarian seni budaya pencak silat, khususnya pada aspek ibing penca.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpora Kabupaten Sukabumi, H. Asep Saepudin, unsur pemerintahan setempat, tokoh masyarakat, jajaran panitia, serta perwakilan dari 30 paguron dengan total sekitar 280 hingga 290 pesilat dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi.
Pasanggiri Ibing Penca Silat Medal Wangi Cup 1 mempertandingkan sejumlah kategori, di antaranya tunggal, ijen, dan rampak, dengan peserta mulai dari usia dini hingga remaja. Ajang ini sekaligus menjadi bukti kuatnya regenerasi pesilat dari berbagai paguron di Sukabumi pada tahun 2026.
Ketua Panitia Pasanggiri, Risman Sunandar, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan milangkala ke-9 Padepokan Medal Wangi.
“Agenda hari ini sebenarnya adalah ulang tahun Padepokan Medal Wangi yang ke-9. Namun kami padukan dengan kegiatan pasanggiri ibing penca silat se-Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.
Ia menyebutkan, antusiasme peserta sangat tinggi. Dari total pendaftar, sebanyak 30 perguruan ambil bagian dengan hampir 290 penampil.
“Karena keterbatasan waktu dan tempat, jumlah peserta terpaksa kami batasi. Padahal animo dari luar wilayah sangat besar,” ungkapnya.
Risman menambahkan, kegiatan ini dirancang sebagai ajang pembinaan mental dan prestasi bagi pesilat muda.
“Selain melahirkan prestasi, ini juga menjadi sarana pembekalan mental agar anak-anak kita siap berkompetisi di level yang lebih tinggi,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD PPSI Kabupaten Sukabumi, H. Dedi Haryadi, menilai pasanggiri ini sebagai langkah penting dalam menjaga keberlanjutan seni budaya pencak silat.
“Harapannya, generasi muda semakin memahami bahwa seni budaya pencak silat yang mereka miliki harus terus dikembangkan melalui kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan perbedaan orientasi antara IPSI dan PPSI.
“IPSI cenderung fokus pada prestasi olahraga, sementara PPSI lebih menitikberatkan pada seni budaya pencak silat yang perlu terus digali dan dilestarikan,” jelasnya.
Menurutnya, tingginya animo peserta menunjukkan potensi besar pencak silat di Kabupaten Sukabumi.
“Awalnya kegiatan ini direncanakan berskala wilayah tertentu, namun ternyata peminatnya sangat banyak, bahkan ada yang terpaksa ditolak,” katanya.
H. Dedi berharap ke depan ada perhatian dan dukungan lebih dari pemerintah serta para sesepuh pencak silat, agar kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin.
“Kalau berhasil, tentu bisa kita arahkan menjadi agenda tahunan atau bahkan bulanan,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa PPSI Kabupaten Sukabumi terus aktif mengikuti berbagai event tingkat nasional.
“Alhamdulillah, kami baru saja mengikuti Fornas di NTB, dan insya Allah Juli mendatang akan ada event dari DPP di Kepulauan Riau,” tuturnya.***
Editor : M. Nabil
(IFU)