Bisnisnews.net || Terpaan angin kencang menyebabkan kerusakan pada bangunan PAUD dan Madrasah Diniyyah Al Madhoriyah yang berlokasi di Kampung Kemang, Desa Cicantayan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/1/2026) siang. Sejumlah bagian atap bangunan terlepas dan beterbangan akibat kuatnya hembusan angin.
Dampak kerusakan tidak hanya terjadi pada atap, tetapi juga pada struktur dinding yang mengalami retak hingga pecah. Sedikitnya lima ruang belajar terpaksa tidak digunakan sementara karena dinilai membahayakan.
Pengelola PAUD Al Madhoriyah, Lia Juliyanti, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.10 WIB. Saat kejadian, tidak ada aktivitas belajar mengajar karena PAUD sedang libur akhir pekan.
“Waktu itu hari Sabtu, jadi sekolah libur. Saya dapat kabar dari warga kalau atap sekolah rusak karena angin,” kata Lia saat ditemui di lokasi.
Ia menyampaikan, PAUD Al Madhoriyah memiliki 37 siswa. Untuk mengantisipasi risiko, kegiatan belajar mengajar sementara akan dipindahkan ke majelis yang berada di sekitar lingkungan sekolah.
“Yang rusak itu satu ruangan, tapi memang disekat jadi dua kelas. Atapnya terlepas dan temboknya juga banyak yang retak,” ujarnya.
Menurut Lia, bangunan sekolah menggunakan rangka atap baja ringan. Namun, konstruksi tersebut tidak mampu menahan terpaan angin kencang yang datang secara tiba-tiba.
Sementara itu, guru PAUD Al Madhoriyah, Aaz Azizah, mengaku mengetahui kejadian tersebut setelah menerima informasi dari keluarganya.
“Saya sedang ada kegiatan di Pasirpogor. Adik saya menelepon dan bilang genteng PAUD kena angin. Pas saya sampai, kondisinya sudah rusak,” tuturnya.
Ia menambahkan, sekitar satu jam setelah kejadian di PAUD, bangunan Madrasah Diniyyah yang berada tidak jauh dari lokasi juga ikut terdampak angin kencang.
“Atap madrasah diniyah juga jatuh. Saya lihat langsung atapnya terlempar sampai ke area sawah,” katanya.
Meski menimbulkan kerusakan cukup parah, peristiwa tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa. Namun, seorang pedagang agar-agar lanjut usia sempat mengalami benturan ringan saat kejadian.
“Tidak ada korban serius. Ada pedagang yang sempat terkena benturan, tapi kondisinya baik-baik saja,” tambahnya.
Diketahui, bangunan PAUD Al Madhoriyah dibangun pada tahun 2015 dan selama ini digunakan sebagai fasilitas pendidikan anak usia dini serta madrasah bagi sekitar 130 siswa di wilayah tersebut.
Pihak pengelola berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu proses perbaikan bangunan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman.
“Semoga ada bantuan dari pemerintah, karena ini menyangkut keselamatan dan pendidikan anak-anak,” pungkas Lia.***(RAF)
Editor : M. Nabil