Bisnisnews.net || Cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas tinggi yang melanda Kabupaten Sukabumi sejak Minggu pagi memicu terjadinya sejumlah bencana alam di berbagai wilayah. Dalam waktu kurang dari 12 jam, belasan kejadian dilaporkan terjadi hampir bersamaan.
Berdasarkan catatan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, sebanyak 15 kejadian bencana tercatat melanda 11 kecamatan pada Minggu (11/1/2026).
Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyampaikan bahwa hujan lebat yang terjadi sejak pagi hari menyebabkan munculnya beberapa jenis bencana, dengan kejadian paling dominan berupa tanah longsor dan banjir.
“Laporan mulai masuk sejak pukul 07.10 WIB dari petugas P2BK di lapangan. Hingga sore hari, bencana tercatat terjadi di sejumlah kecamatan, di antaranya Kabandungan, Ciemas, Surade, Cidolog, Nyalindung, Simpenan, Parakansalak, Bojonggenteng, Cibadak, Gunungguruh, Cisaat, hingga Palabuhanratu,” ujar Daeng, Senin (12/1/2026).
Tanah longsor tercatat sebagai kejadian paling banyak dilaporkan. Di Kecamatan Simpenan, longsor menutup Jalan Nasional Bagbagan–Kiaradua tepatnya di Kampung Cipamunguan, sehingga arus lalu lintas sempat terganggu. Penanganan dilakukan dengan berkoordinasi bersama dinas terkait untuk pengerahan alat berat.
Di wilayah lain, tepatnya Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog, longsoran material juga menutup jalan provinsi dan menghambat kendaraan roda empat. Sementara di Kecamatan Kabandungan, satu rumah warga di Kampung Cianaga terdampak longsor dan mengakibatkan satu keluarga beranggotakan empat jiwa harus mengamankan diri.
“Tidak ada korban jiwa. Petugas sudah melakukan pendataan serta penanganan awal di lokasi kejadian,” jelas Daeng.
Selain longsor, genangan air akibat peningkatan debit sungai dilaporkan terjadi di wilayah selatan Sukabumi. Di Kecamatan Ciemas, banjir merendam sebagian wilayah Desa Mekarsakti dan Desa Mandrajaya. Kondisi serupa juga terjadi di Kampung Ciawi, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog.
Meski belum ditemukan adanya korban meninggal dunia atau pengungsian dalam jumlah besar, dampak kerusakan infrastruktur mulai terlihat di beberapa titik, termasuk akses jalan dan bangunan warga di Kecamatan Cisaat.
BPBD Kabupaten Sukabumi saat ini menetapkan status siaga dan menginstruksikan seluruh petugas P2BK untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lapangan selama 24 jam. Sejumlah kebutuhan darurat seperti alat berat, terpal, chainsaw, dan material bangunan telah disiapkan untuk mendukung penanganan di lokasi terdampak.
Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di daerah rawan longsor dan banjir, mengingat intensitas hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.***(RAF)
Editor : M. Nabil