Wartain.com || Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Limusnunggal menyatakan kesiapan untuk kembali beroperasi secara serentak pada 8 Januari 2026 bersama seluruh dapur SPPG lainnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Elvi Silvia selaku Person In Charge (PIC) Dapur SPPG Cibeureum Limusnunggal dalam keterangannya terkait persiapan teknis dan evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (06/01/2026).
Elvi menjelaskan, pada tanggal 8 Januari mendatang kegiatan di dapur difokuskan pada tahap persiapan, mulai dari pembersihan tempat hingga sterilisasi seluruh peralatan dapur. Meski dalam masa libur sejak 1 hingga 7 Januari, dapur tetap dijaga oleh relawan yang bertugas membersihkan area serta menjaga keamanan.
“Walaupun libur operasional, kami tetap ada petugas yang menjaga dan membersihkan dapur agar saat mulai beroperasi kembali semuanya sudah siap,” ujarnya.
Memasuki tahun 2026, Ia berharap pelaksanaan program MBG dapat berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Berbagai kekurangan yang ditemui sepanjang 2025 akan dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan agar pelayanan kepada penerima manfaat semakin optimal.
Salah satu kendala yang sempat dihadapi pada tahun 2025 adalah keterbatasan ketersediaan susu full cream di pasaran. Selain sulit didapatkan, harga susu tersebut juga relatif tinggi. Kondisi tersebut masih dirasakan hingga awal tahun 2026, berdasarkan hasil survei harga di lapangan sebagai bagian dari persiapan pendistribusian.
“Kendala susu full cream masih kami rasakan hingga sekarang. Namun secara operasional, alhamdulillah tidak ada kendala yang signifikan dan kegiatan dapur selama ini berjalan lancar,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Elvi juga memberikan masukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pola pembinaan dapur mitra. Ia berharap apabila terjadi permasalahan ringan di tingkat dapur, BGN dapat memberikan tahapan pembinaan terlebih dahulu, seperti surat peringatan (SP) secara berjenjang, bukan langsung penutupan permanen.
“Menurut saya, ini program baru. Walaupun sudah berjalan sekitar satu tahun, baik dari pihak BGN maupun yayasan masih terus belajar dan melakukan evaluasi agar program ini semakin baik,” ungkapnya.
Selain itu, Elvi menyoroti adanya oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan diri sebagai konsultan dan meminta jatah kepada pihak yayasan, baik per ompreng maupun dalam bentuk pembayaran dengan nominal yang sangat besar. Ia menilai praktik tersebut sangat merugikan dan berpotensi mencoreng citra program MBG.
“Oknum seperti ini harus menjadi perhatian serius. Program MBG ini sangat baik dan mulia, jangan sampai dicemari oleh pihak-pihak yang hanya ingin mengambil keuntungan pribadi,” tegasnya.
Dapur SPPG Limusnunggal berharap ke depan sinergi antara dapur, yayasan, dan BGN semakin kuat sehingga program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
Dapur SPPG Cibeureum Limusnunggal saat ini melayani 1.528 penerima manfaat setelah pemerataan yang meliputi 830 siswa dan 698 yang masuk kedalam kategori B3.***
Editor : M. Nabil
(IFU)