Bisnisnews.net || Perasaan marah dan terpukul dirasakan AU (50), orang tua salah satu korban pembacokan yang terjadi di Jalan Syamsudin, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Ia mengaku syok saat menerima kabar bahwa anaknya sudah berada di rumah sakit akibat luka serius yang diderita setelah diserang senjata tajam.
AU mengatakan, informasi tersebut ia terima langsung melalui sambungan telepon dari anaknya. Saat itu, sang anak sudah mendapatkan perawatan medis.
“Perasaan campur aduk, sakit hati dan emosi. Anak saya nelepon dari rumah sakit,” kata AU, Senin (5/1/2026).
Menurut AU, sebelum kejadian tidak ada persoalan apa pun yang melibatkan anaknya dengan pihak lain. Ia meyakini peristiwa tersebut terjadi secara mendadak dan anaknya menjadi korban yang salah sasaran.
“Tidak ada masalah sebelumnya. Anak saya habis nganter pacarnya, lalu mau nongkrong ke arah Dago. Pas lewat lokasi kejadian, malah kena,” ujarnya.
Sesampainya di lokasi kejadian, anak AU sempat melihat adanya keributan. Ia menyaksikan seorang pemuda yang mengenakan sweater berwarna biru diserang oleh sekelompok orang tak dikenal.
“Anak saya sempat nanya, ‘itu kenapa?’ Pas dilihat, yang pakai sweater biru lagi dibacok,” tutur AU.
Namun situasi berubah semakin mencekam. Kelompok pelaku yang semula menyerang orang lain, tiba-tiba berbalik dan menganiaya anaknya, meski tidak terlibat dalam keributan tersebut.
“Tiba-tiba mereka balik dan langsung nyerang anak saya,” ucapnya dengan nada kesal.
AU juga memastikan bahwa korban yang terlihat dikeroyok dalam video yang sempat beredar di media sosial adalah anaknya. Dalam rekaman itu, korban tampak diserang secara brutal oleh sejumlah orang.
“Itu yang di video dikeroyok ramai-ramai, anak saya,” tegasnya.
Akibat serangan tersebut, anak AU mengalami luka bacok di bagian punggung dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Ia berharap aparat kepolisian segera bertindak dan menangkap para pelaku.
Di sisi lain, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Rita Suwadi menyampaikan bahwa hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut. Meski demikian, kepolisian memastikan akan melakukan penelusuran jika laporan telah masuk.
“Sampai sekarang belum ada laporan. Kalau sudah masuk, tentu akan kami tindak lanjuti,” kata Rita.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa pembacokan itu menyebabkan empat pemuda menjadi korban, masing-masing berinisial MY (27), MP (20), AA (19), dan MR (17). Kejadian berlangsung di Jalan Syamsudin, Kecamatan Cikole, sekitar 100 meter dari Balai Kota Sukabumi.
Mayoritas korban mengalami luka akibat senjata tajam. Bahkan, salah satu korban menderita luka berat di bagian tangan hingga jarinya hampir terputus. Seluruh korban dilarikan ke IGD RSUD R Syamsudin SH (Bunut) sekitar pukul 00.30 WIB pada malam kejadian.***(RAF)
Editor : M. Nabil