Bisnisnews.net – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Amran saat memberikan kuliah umum di Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (15/10), dengan tema “Prioritas Pembangunan Pertanian dan Strategi Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan”.
Dalam kuliah umum tersebut, Amran memaparkan prioritas pembangunan pertanian nasional, mulai dari peningkatan produktivitas, optimalisasi lahan, hingga hilirisasi komoditas. Ia menekankan peran strategis kampus dalam menghasilkan inovasi dan teknologi yang aplikatif bagi petani.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut pertemuan Amran dengan UGM di kediaman pribadinya pada Juni 2026 lalu yang membahas pengembangan padi Gamagora. Kali ini, fokus pembahasan meluas pada pengembangan kedelai dan sapi gama yang diharapkan menjadi percontohan nasional.
Amran mengapresiasi inovasi UGM, khususnya pada komoditas kedelai yang mampu mencapai produktivitas 3 ton per hektar.
“Kami bangga dengan UGM. Tadi kami melihat percontohan kedelai. Terima kasih, Pak Dekan. Produksinya bisa tiga ton (per hektar),” ujar Amran.
Ia mendorong UGM menjadi pelopor penyelesaian persoalan impor pangan, termasuk kedelai, beras, susu, dan bawang putih. Pemerintah bahkan siap mengawal dari hulu ke hilir.
“Kita bergandengan tangan, UGM yang pertama menyelesaikan kedelai Indonesia. Anggaran kami siapkan. Setelah Anda produksi, kami beli dan bagikan kepada petani,” tegasnya.
Selain produksi, Amran juga menyoroti penertiban lahan untuk ketahanan pangan. Ia menyebut pemerintah telah menyita sekitar 4 juta hektare lahan sawit bermasalah.
“Sekitar empat juta hektare lahan sawit disita. Itu tidak gampang,” ungkapnya.
Ia menegaskan lahan yang digarap kembali bukan hutan, melainkan lahan yang sudah dibuka namun tidak produktif dan ditumbuhi semak belukar.
“Lahan yang kami garap kembali ini bukan hutan, melainkan lahan yang sebelumnya sudah dibuka dan ditumbuhi semak belukar,” jelasnya.
Menurutnya, pendataan kepemilikan lahan penting agar tidak merugikan rakyat. “Ini lahan milik rakyat, bukan milik pemerintah. Karena itu, kami melakukan pendataan untuk memastikan status kepemilikannya,” pungkasnya.
Amran juga mendorong hilirisasi komoditas seperti kelapa sawit, kelapa, dan gambir. Ia menyebut pengolahan kelapa bisa meningkatkan nilai hingga seratus kali lipat. Pemerintah telah membangun pabrik kelapa di Halmahera Utara dan Manokwari sebagai langkah awal.
Di akhir kuliah umum, Amran memberikan dukungan konkret berupa dana penelitian, lahan riset, fasilitas pendidikan pertanian, fasilitas untuk penyuluh, serta tunjangan UKT bagi salah satu mahasiswa UGM.
Sekretaris Universitas Gadjah Mada, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, menyambut baik kuliah umum ini sebagai ruang kolaborasi kebijakan dan akademik.
“Mewakili pimpinan, kami menyambut baik penyelenggaraan kuliah umum ini. UGM selama ini terus berupaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi, termasuk melalui penguatan lembaga riset, pengembangan sarana dan prasarana, serta perluasan jaringan kemitraan riset,” pungkasnya.***
Editor: M. Nabil
(Aab)