Bisnisnews.net – Di tengah pembukaan TMMD ke-130 di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, kritik keras dilontarkan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Gerindra, Taopik Guntur, Selasa (13/10/2026).
Ia menyoroti saluran irigasi Cimarinjung yang rusak akibat banjir sejak 2024 hingga kini tak kunjung diperbaiki Pemkab Sukabumi. Padahal irigasi itu menjadi nadi bagi lebih dari 1.000 hektare sawah di Desa Ciwaru dan Desa Ciemas.
Akibatnya, petani terpaksa menambal saluran secara swadaya dengan material seadanya.
Taopik menilai ada ironi besar. Ciemas selama ini dibangga-banggakan sebagai lumbung padi dan simbol ketahanan pangan Sukabumi, tapi infrastruktur vitalnya dibiarkan ambruk.
“Jangan hanya dijadikan cerita dan slogan bahwa Ciemas lumbung padi ketahanan pangan, tapi fasilitas penunjangnya dibiarkan rusak. Ambruk sejak bencana 2024 sampai hari ini belum ditangani. Di mana kebijakan publik dan penganggarannya?” tegas Taopik.
Tak hanya irigasi, ia juga menyentil kecilnya anggaran TMMD. Tahun ini Pemkab hanya mengalokasikan Rp1 miliar dari APBD untuk program yang manfaatnya langsung dirasakan warga.
“Dengan Rp1 miliar, pekerjaan di satu desa tidak akan tuntas dan beres. Padahal manfaat TMMD sangat besar. Mengapa Pemkab dan DPRD tidak bersinergi menambah anggaran tahun mendatang?” ujarnya.
Menurutnya, DPRD sudah berjuang mengusulkan, namun kerap tidak dieksekusi di level eksekutif. Ia meminta Pemkab lebih bijak memilah prioritas.
“Kami mengusulkan, tapi kadang belum dieksekusi. Mohon kebijakan yang lebih bijak untuk menentukan mana yang harus ditangani dulu, mulai dari irigasi pertanian hingga pembangunan desa,” pungkasnya.***
Editor: M. Nabil
(Aab)