Puluhan Warga Cikujang Sukabumi Mendadak Diare, Polisi Selidiki Dugaan Air Tercemar

Date:

Bisnisnews.net — Sebanyak 27 warga Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, mengalami gangguan kesehatan berupa diare dalam waktu yang hampir bersamaan.

Keluhan tersebut mulai muncul pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Warga yang terdampak diketahui tersebar di sejumlah wilayah permukiman.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan kepolisian, enam warga berasal dari Kampung Leubak Muncang RT 039 RW 019. Kemudian tiga orang dari Kampung Legok Nyenang RT 042 RW 021 dan 18 warga lainnya berasal dari Kampung Gunungguruh RT 033 RW 016.

Kapolsek Gunungguruh Ipda Suhendar mengatakan, setelah mendapat informasi tersebut, petugas bersama unsur terkait langsung melakukan pengecekan ke sejumlah rumah warga.

Penanganan melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pemerintah Desa Cikujang, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Gunungguruh. Selain memeriksa kondisi warga, petugas juga memberikan pelayanan kesehatan kepada mereka yang mengalami gejala.

“Bhabinkamtibmas, babinsa, pemdes desa cikujang, serta petugas kesehatan kecamatan gunungguruh langsung mendatangi lokasi kejadian. Untuk melakukan pengamanan, pemeriksaan dan pengobatan kesehatan terhadap warga terdampak serta melaksanakan pengecekan dari rumah ke rumah, beserta petugas nakes Puskesmas Gunungguruh,” kata Suhendar, Senin (5/10/2026).

Dalam kejadian tersebut, seorang perempuan yang sedang hamil turut mengalami diare. Untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, ibu hamil tersebut kemudian dibawa ke PONED Puskesmas Gunungguruh.

“Satu orang bumil dibawa ke PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) Puskesmas Gunungguruh,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi warga yang sebelumnya mengalami gejala diare disebut telah membaik. Berdasarkan keterangan tenaga kesehatan Puskesmas Gunungguruh, seluruh warga terdampak telah diperbolehkan pulang pada Senin (5/10/2026).

Hingga kini, penyebab pasti munculnya diare secara bersamaan tersebut belum dapat dipastikan. Kepolisian masih melakukan penyelidikan, termasuk menelusuri sumber air yang digunakan dan dikonsumsi warga.

Suhendar mengatakan, salah satu dugaan sementara berkaitan dengan kualitas air yang digunakan masyarakat.

“Itu juga dugaan sementara sih dari minum air yang kurang sehat. Saat ini masih dalam penyelidikan, Om, penggunaan airnya,” jelasnya.

Pengecekan terhadap penggunaan air warga pun masih dilakukan untuk memastikan apakah terdapat kaitan antara kualitas air dengan munculnya gejala diare yang dialami puluhan warga tersebut.***(RAF)

Editor: M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Skema Prasmanan MBG Mulai Diuji, Siswa Ikut Terlibat Sajikan Makanan

Bisnisnews.net — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai...

Perhutani dan KIARA Sinergi Selamatkan Owa Jawa di Hutan Lengkong Sukabumi

Bisnisnews.net - Komitmen menjaga satwa primata endemik Jawa Barat...

DPMD Sukabumi Apresiasi Kiprah TNI, Dorong Sinergi dan Gotong Royong untuk Pembangunan Desa

Bisnisnews.net – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten...