Bisnisnews.net – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi menggelar kegiatan Training Raya berupa Intermediate Training (LK-2) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) Tingkat Nasional dengan tema “Reposisi Peran HMI dalam Menata Perubahan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kabupaten Sukabumi dan akan dilaksanakan selama 7 hari, mulai tanggal 5 hingga 12 Oktober 2026.
Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Asda II Kabupaten Sukabumi, Kakesbangpol Kota Sukabumi, unsur Forkopimda Kota/Kabupaten Sukabumi, Ketua Umum BADKO HMI Jawa Barat beserta jajaran, Ketua Umum KOHATI BADKO Jabar, Ketua Umum HMI Cabang Sukabumi dan jajaran, Ketua Umum KOHATI Cabang Sukabumi dan jajaran, Koordinator Presidium MD KAHMI Sukabumi dan jajaran pengurus, unsur Bawaslu Kota/Kabupaten Sukabumi, serta tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Abdul Muis, menjelaskan bahwa jumlah peserta yang terdaftar sebanyak 55 orang, terdiri dari 40 peserta LK-2 dan 15 peserta LKK yang berasal dari berbagai Cabang HMI se-Nusantara.
“Dari 55 yang mendaftar, yang hadir dan mengikuti proses sebanyak 50 orang, dengan rincian 37 peserta LK-2 dan 13 peserta LKK. Satu orang mengundurkan diri karena sakit, sehingga total peserta yang mengikuti training hingga selesai sebanyak 49 orang,” ungkap Abdul Muis.
Selama 7 hari pelaksanaan, para peserta akan menerima materi intensif tentang Nilai-nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI, keorganisasian, keumatan, dan kebangsaan, serta isu-isu strategis keislaman dan keindonesiaan.
Ketua Umum HMI Cabang Sukabumi, Ade Roni Ronaldo, menegaskan bahwa Training Raya LK-2 dan LKK harus dijadikan sebagai kawah candradimuka bagi kader.
“Sebagai kader akar rumput, training raya ini harus menjadi kawah candradimuka untuk melahirkan ide dan gagasan yang berkemajuan, mempertajam nalar dan menguji gagasan dalam menjawab tantangan zaman,” kata Ade Roni.
Menurutnya, kompleksitas persoalan bangsa ke depan menuntut kader HMI untuk mampu menjawab tantangan tersebut. Sebagai organisasi yang memiliki basis intelektual, peran kader HMI sangat dinanti dan dibutuhkan oleh umat dan bangsa.
Sementara itu, Ketua Umum BADKO HMI Jawa Barat, Siti Nurhayati, menekankan bahwa LK-2 dan LKK tidak hanya sebatas seremonial dalam mengikuti materi perkaderan saja.
“LK-2 dan LKK ini lebih kepada pembentukan karakter sebagai kader-kader yang handal. Ke depan kader HMI harus mampu menunjukkan jati diri dan berkiprah untuk kemajuan Indonesia dan umat Islam,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa estafeta kepemimpinan dalam pengkaderan HMI harus berani menciptakan kader-kader yang memiliki bekal dan marwah yang kuat secara gagasan dan intelektual.
“Kader HMI harus mampu menerjemahkan bagaimana kondisi kritis yang sedang dialami oleh bangsa ini. Kehadiran kader HMI di tengah-tengah masyarakat harus menjadi pembeda, sehingga kebermanfaatannya benar-benar dirasakan oleh bangsa dan umat,” pungkas Siti Nurhayati.
Kegiatan Intermediate Training dan LKK Tingkat Nasional HMI Cabang Sukabumi ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader pemimpin masa depan yang memiliki integritas, intelektualitas, dan komitmen kebangsaan yang kuat menuju Indonesia Emas 2045.***
Editor: M. Nabil
(Aab)