Makan Bergizi Gratis dan Jejak Kedermawanan para Wali Allah

Date:

Oleh : Aam Abdul Salam, Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98/PPJNA98, Penasehat PWI/SMSI Sukabumi, Presidium MD KAHMI Sukabumi

Bisnisnews.net || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar kebijakan publik atau bagi-bagi makanan biasa. Di balik piring-piring makanan yang tersaji untuk anak-anak sekolah di seluruh pelosok negeri, ada denyut nadi ekonomi kerakyatan yang bergerak dan pancaran nilai spiritual yang mendalam. Program ini menjadi bukti nyata kepekaan sosial dan kepedulian dari hati sanubari Presiden Prabowo Subianto terhadap masa depan generasi muda Indonesia.

Lebih dari sekadar program pemerintah, memberi makan rakyat—khususnya anak-anak dan kelompok rentan—adalah amanah mulia. Ini adalah kebiasaan luhur para nabi, sahabat, ulama besar, wali Allah, hingga raja-raja saleh terdahulu yang selalu peka terhadap kondisi rakyatnya.

Menggerakkan Ekonomi dari Dapur Rakyat

Dari kacamata ekonomi kerakyatan, MBG menjadi stimulus luar biasa bagi masyarakat bawah. Bahan baku makanan seperti beras, sayur, telur, dan susu tidak diambil dari korporasi besar, melainkan langsung diserap dari petani, peternak, dan nelayan lokal. Ibu-ibu rumah tangga dan pelaku UMKM dilibatkan langsung dalam proses memasak dan distribusi. Uang berputar di desa-desa, menciptakan lapangan kerja baru, dan menghidupkan warung-warung kecil.

Meneladani Tradisi Mulia para Kekasih Allah

Secara spiritual, memberi makan adalah ibadah yang sangat agung. Sejarah mencatat bagaimana para kekasih Allah menjadikan aktivitas ini sebagai jalan dakwah dan pelayanan tertinggi kepada kemanusiaan:

• Kedermawanan Nabi Muhammad SAW dan Sahabat: Rasulullah SAW adalah sosok yang tidak pernah membiarkan tetangga atau anak yatim kelaparan. Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab dikenal sering memanggul sendiri gandum di malam hari untuk diberikan kepada keluarga miskin yang kelaparan.

• Kisah Nabi Ibrahim AS: Beliau dijuluki Abu al-Dhuyaf (Ayah para tamu) karena tidak pernah mau makan sendirian. Nabi Ibrahim selalu mencari orang miskin atau musafir untuk diajak makan bersama di rumahnya.

• Jalur Khidmat para Wali Allah: Di nusantara, Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga kerap menggunakan pendekatan sedekah makanan dan tradisi berbagi untuk merangkul masyarakat. Mereka memahami bahwa perut yang kenyang akan melahirkan ketenangan jiwa untuk belajar dan beribadah.

Pesan Langit: Memuliakan Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Memberi makan kepada mereka yang membutuhkan memiliki kedudukan hukum dan moral yang tinggi dalam agama. Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Aku dan orang yang mengasuh atau menyantuni anak yatim secara baik akan berada di surga bagaikan ini,” lalu beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya yang berdekatan.

Dalam kesempatan lain, beliau menegaskan bahwa amalan Islam yang terbaik salah satunya adalah “Memberi makan (kepada orang lain) dan mengucapkan salam.”

Para ulama besar juga sepakat bahwa sebuah bangsa tidak akan berkah jika membiarkan anak-anak yatim dan miskin terlantar tanpa gizi yang layak. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya sering mengingatkan bahwa memberi makan adalah cara paling cepat untuk melembutkan hati yang keras dan menolak bencana dari suatu negeri.

Investasi Jiwa dan Raga untuk Masa Depan

Melalui program MBG, Presiden Prabowo sedang merajut kembali benang-benang tradisi profetik (kenabian) tersebut ke dalam sistem bernegara modern. Program ini memenuhi dua kebutuhan mendasar manusia sekaligus: gizi untuk raga anak-anak agar tumbuh cerdas, dan keberkahan untuk jiwa bangsa karena telah memuliakan mereka yang lemah.

Dengan sinergi ekonomi kerakyatan yang mandiri dan landasan spiritual yang kuat, Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu melahirkan generasi emas Indonesia yang sehat fisik, tajam pikir, dan mulia akhlaknya.***

Editor : M.Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

DPRD Kabupaten Sukabumi Sampaikan Duka atas Wafatnya Ayahanda Asri Mulyawati

Bisnisnews.net - Keluarga besar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

PAD Sukabumi 2027 Turun Rp6,36 Miliar, Fraksi Gerindra: Bisa Lumpuhkan Kemandirian Daerah

Bisnisnews.net - Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi menyoroti...

DPRD Dorong Perumda Tirta Jaya Mandiri Berubah Jadi Perseroda

Bisnisnews.net - DPRD Kabupaten Sukabumi mendorong perubahan bentuk badan...

Pemkab Sukabumi Pastikan Catatan 7 Fraksi Jadi Bahan Pembahasan Raperda APBD 2027

Wartain.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi memastikan berbagai catatan...