Bisnisnews.net – Di tengah persaingan usaha kuliner yang ketat, Bubur Ayam Samudra di Cikembang, Kabupaten Sukabumi, membuktikan ketahanan UMKM yang dirintis dengan tekun.
Usaha milik Muhammad Rasyid (54), warga Kp. Cikembang RT 02 RW 04, Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi ini telah berdiri sejak tahun 2008. Berawal dari modal awal Rp20 juta, kini omzetnya mampu mencapai Rp1,2 juta per hari.
“Alhamdulillah, kalau hari biasa Rp1,2 juta, kalau weekend atau hari libur bisa sampai Rp1,5 juta per hari,” ujar Rasyid saat ditemui di gerainya, Rabu (1/10/2026).
Gerai yang buka mulai pukul 04.00 WIB hingga 12.00 WIB ini dibantu oleh dua orang karyawan. Lokasinya yang strategis menjadi kunci ramainya pembeli. Berada tepat di rest area Cikembang dan di jalur perlintasan angkutan umum menuju Palabuhanratu.
Tak heran, konsumennya bukan hanya warga sekitar dan sopir angkot yang menjadi pelanggan tetap, tetapi juga para wisatawan yang akan berkunjung ke Palabuhanratu dan sekitarnya.
“Setiap akhir pekan pasti ramai, apalagi kalau libur panjang. Banyak wisatawan yang mampir sarapan dulu sebelum lanjut ke pantai,” katanya.
Meski omzet cukup menjanjikan, Rasyid mengaku masih menghadapi kendala klasik UMKM, yakni fluktuasi harga bahan pokok, terutama daging ayam dan beras yang menjadi bahan utama bubur ayam.
Ke depan, ia berharap usahanya bisa lebih berkembang dan maju lagi. Ia bahkan berkeinginan membuka cabang baru.
“Harapannya usaha bisa lebih besar lagi, buka cabang, jadi bisa merekrut lebih banyak tenaga kerja dari warga sekitar,” pungkasnya.
Kisah Bubur Ayam Samudra menjadi contoh bahwa dengan konsistensi, lokasi strategis, dan menjaga cita rasa, UMKM kuliner tradisional tetap mampu bertahan dan tumbuh selama belasan tahun.***
Editor: M. Nabil
(Aab)