Bisnisnews.net – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah memperluas potensi penerimaan daerah dari sektor parkir. Tahun ini, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor tersebut dipatok mencapai Rp2 miliar.
Kepala UPTD Parkir Dishub Kota Sukabumi, Arif Senjaya, menyampaikan target tersebut meningkat dibandingkan proyeksi sebelumnya yang berada di angka Rp1,7 miliar. Penyesuaian target itu rencananya dimasukkan dalam APBD Perubahan.
“Dari Rp1,7 miliar menjadi Rp2 miliar. Insyaallah (terwujud) kita dorong doa bersama, sesuai arahan pimpinan, bahwa kita harus transparan tingkatkan PAD,” ujar Arif, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, hingga akhir September 2026, pemasukan dari sektor parkir telah mencapai kurang lebih Rp1,8 miliar. Pendapatan tersebut berasal dari 169 kantong parkir yang berada di 38 ruas jalan Kota Sukabumi.
Dishub melihat masih terdapat ruang untuk meningkatkan penerimaan, terutama dengan bertambahnya kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.
Arif mengatakan perkembangan akses transportasi melalui Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) juga berpotensi mendorong munculnya titik-titik ekonomi baru di Kota Sukabumi.
“Mudah-mudahan pada tahun 2027 ketika tol sudah masuk ke Kota Sukabumi, kan semakin ramai karena banyak pengembangan ekonomi seperti cafe. Saya yakin ada penambahan, kita jangan terpacu pada satu titik saja, tapi cari potensi baru, jalan milik Kota Sukabumi akan kita optimalkan,” katanya.
Untuk mendukung optimalisasi tersebut, Dishub tidak hanya berfokus pada penambahan penerimaan, tetapi juga melakukan penataan terhadap petugas parkir.
Sebanyak 289 juru parkir menjadi sasaran pembinaan yang dilakukan Dishub. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, pengelolaan parkir ke depan diarahkan untuk mulai memanfaatkan teknologi informasi. Langkah tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya memperbaiki pendataan, pengawasan, dan tata kelola penerimaan parkir agar lebih optimal dan transparan.***(RAF)
Editor: M. Nabil