Hanya Satu Armada Damkar Kota Sukabumi yang Prima, Pengadaan Baru Terkendala Anggaran

Date:

Bisnisnews.net – Kondisi armada pemadam kebakaran (Damkar) Kota Sukabumi tengah menjadi sorotan setelah petugas berjibaku menangani kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul selama beberapa hari.

Dari enam kendaraan pemadam yang dimiliki saat ini, hanya satu unit yang disebut masih berada dalam kondisi prima. Sementara armada lainnya mengalami kerusakan, bahkan ada yang sudah tidak dapat digunakan.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Sukabumi Ujang Rustiandi mengatakan, kondisi kendaraan yang mayoritas sudah berusia cukup tua berdampak terhadap kinerja petugas di lapangan, terutama dalam hal tekanan dan jangkauan semprotan air.

“Enam. Satu rusak, satu mati, dua rusak juga tapi masih bisa dipakai sih sebetulnya tapi tidak bisa menyemprot jadi cuman tiga mobil dari enam itu, tiga juga yang betul-betul prima itu cuma satu mobil saja,” jelas Ujang.

Menurutnya, kendaraan yang masih bisa beroperasi pun tidak seluruhnya mampu bekerja secara maksimal. Tekanan air sejumlah armada sudah berkurang sehingga petugas harus mengambil posisi lebih dekat dengan titik api.

“Masih bisa digunakan, tapi masalahnya tekanannya kan kurang kuat. Berbeda dengan kendaraan (Damkar) Kabupaten mereka bisa sampai 24 bar kalau tidak salah. Kalau kendaraan kita harus dekat, jadi nggak bisa nyemprot air dari jauh. Jadi dengan kendaraan (KR) Damkar kita yang sudah tua jadinya kita sedikit kewalahan,” katanya.

Ujang menilai, jumlah enam unit kendaraan sebenarnya sudah memadai untuk melayani kebutuhan pemadaman di wilayah Kota Sukabumi. Persoalannya, armada tersebut harus berada dalam kondisi baik agar seluruhnya dapat digunakan secara optimal.

“Sebenarnya kalau untuk di Kota Sukabumi 6 KR Damkar sudah cukup tapi yang baru semua jadi optimal kerjanya. Kalau yang sekarang kan yang paling muda itu mobil tahun 2012,” ungkapnya.

Keterbatasan armada tersebut turut menjadi perhatian Pemerintah Kota Sukabumi. Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mengakui, rencana peremajaan kendaraan Damkar masih terbentur kemampuan keuangan daerah.

Bobby menyebut, pengadaan armada baru sebenarnya telah direncanakan sejak 2025. Namun, rencana tersebut harus ditunda karena keterbatasan anggaran.

“2025 ini tadinya kita sudah mau mencoba untuk membeli unit. Hanya memang balik lagi, wacana ini kan ditunda dua kali ya. Terkait apalagi kalau bukan anggaran,” ujar Bobby, Selasa (29/9/2026).

Meski demikian, Pemkot Sukabumi tetap berupaya menambah armada. Pemerintah daerah menargetkan dapat mengalokasikan anggaran untuk membeli satu unit mobil Damkar melalui APBD.

“Ke depan insya Allah kita akan upayakan membeli satu mobil Damkar dari APBD,” kata Bobby.

Untuk jenis kendaraan yang akan dibeli, Pemkot Sukabumi masih melakukan pembahasan. Ukuran kendaraan hingga kapasitas tangki air akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional sekaligus kemampuan anggaran daerah.

“Untuk mobil Damkar, ukurannya berapa nanti, kapasitas air segala macam, nanti kita diskusikan. Yang penting ada anggarannya berapa, kita upayakan,” ujarnya.

Bobby mengatakan, kondisi fiskal daerah menjadi pertimbangan dalam menentukan realisasi pengadaan. Pemkot harus membagi anggaran untuk berbagai kebutuhan yang dianggap prioritas, termasuk pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Pemerintah daerah berharap adanya peningkatan transfer ke daerah, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), serta dukungan bantuan keuangan dapat memperkuat kemampuan fiskal Kota Sukabumi.

“Makanya mudah-mudahan dari transfer ke daerahnya ada peningkatan lagi, efisiensinya tetap bisa memberikan TPKD, kemudian dari Bankeu-nya bisa berjalan lagi, pendapatan aslinya meningkat,” katanya.

Dengan dukungan anggaran yang lebih memadai, Bobby berharap kebutuhan yang masuk dalam skala prioritas dapat dipenuhi secara bertahap, termasuk kebutuhan pembaruan kendaraan Damkar.

“Saya pikir semua kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya skala prioritas insya Allah bisa terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Ujang menggambarkan kondisi sebagian armada Damkar saat ini yang sudah mengalami penurunan kemampuan operasional.

“Betapa pentingnya perlengkapan alat kebakaran. Dengan kondisi kendaraan yang kita miliki sekarang, ibaratnya sudah lemah syahwat gitu kan,” ujar Ujang.

Kondisi armada yang menua tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas Damkar dalam menghadapi kebakaran yang membutuhkan penanganan berulang, seperti kebakaran di kawasan TPA Cikundul.***(RAF)

Editor: M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

400 Personel Gabungan Dikerahkan, Drone Thermal Buru Titik Panas Kebakaran TPA Cikundul

Bisnisnews.net - Memasuki hari keempat, upaya pemadaman kebakaran di...

Pemkab Sukabumi Percepat Penyusunan RDTR, Dorong Kepastian Ruang dan Investasi

Bisnisnews.net - Pemerintah Kabupaten Sukabumi memperkuat langkah percepatan penyusunan...

Dua Napiter di Lapas Warungkiara Ucap Ikrar NKRI di Momen Maulid Nabi

Bisnisnews.net – Dua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kasus terorisme...

Perkuat Pelayanan Publik, PLN UP3 Sukabumi Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi

Bisnisnews.net – PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukabumi...