Bisnisnews.net – Panggung Sarasehan Nasional Milad KAHMI ke-60 dan Dies Natalis UMN ke-16 di Sukabumi menjadi ajang bertemunya lima tokoh nasional lintas bidang, Minggu (27/09/2026).
Bertempat di Kampus Universitas Madani Nusantara (UMN) Kota Sukabumi, sarasehan bertema “Enam Dekade KAHMI Meneguhkan Peran Alumni Membangun Pendidikan, Memperkuat Peradaban dan Kedaulatan Bangsa” itu menghadirkan gagasan dari sektor agama, perikanan, politik, hingga sains.
Lima tokoh yang menjadi pembicara adalah Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafe’i, M.Hum (Wamenag RI / Koorpres MN KAHMI), Prof. Rokhimin Dahuri (Mantan Menteri Kelautan), Ahmad Doli Kurnia (Anggota DPR RI), Yuddy Chrisnandi (Politisi Senior), dan Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah (Rektor UI).
Dari sisi keagamaan dan pendidikan, Romo Syafe’i mengingatkan bahwa fondasi peradaban ada pada pendidikan. Tanpa pendidikan yang bagus, tidak akan lahir karakter bangsa yang sebenarnya.
Ia menilai kunci kemajuan bangsa terletak pada pengelolaan sistem pendidikan. Karena itu, kader KAHMI harus berada di garda depan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Sementara dari sektor maritim, Rokhimin Dahuri menawarkan visi besar kedaulatan pangan. Menurutnya, sebagai negara maritim dan agraris tropis terbesar di dunia, Indonesia bisa menjadi pengekspor pangan utama atau feeding the world.
Untuk mewujudkannya, ia merinci delapan strategi. Mulai dari membangun Big Data perikanan yang presisi, merevitalisasi usaha blue food agar profitable dan sustainable dengan skala ekonomi dan rantai pasok terintegrasi, hingga mengatur penangkapan ikan berbasis status MSY.

Strategi lainnya adalah membuka wilayah budidaya baru, diversifikasi biota, serta memperkuat industri pengolahan dan bioteknologi perairan agar berdaya saing global dengan standar QCS.
Di bidang politik kebangsaan, Ahmad Doli Kurnia menegaskan kembali posisi KAHMI sebagai penjaga kaderisasi. KAHMI, kata dia, adalah benteng untuk menjaga marwah dan kesinambungan HMI sebagai sumber mata air pengkaderan bangsa.
Doli juga menyinggung pentingnya menjaga kemurnian kaderisasi dari hulu ke hilir, serta mendorong perbaikan sistem pemilu dan demokrasi.
Dari sudut pandang keorganisasian, Yuddy Chrisnandi memberikan lima kunci agar KAHMI tetap relevan. Yaitu revitalisasi gagasan untuk kemajuan bangsa, menjadikan silaturahmi sebagai modal, menjaga integritas pribadi dan organisasi, mengembangkan ilmu pengetahuan dan entrepreneurship, serta mengamalkan kesalehan sosial.
Sedangkan dari perspektif akademik global, Rektor UI Prof. Heri Hermansyah mengingatkan bahwa penguasaan sains dan teknologi menjadi penentu pengembangan peradaban keislaman di masa depan.
Ia juga menyoroti bahwa perubahan dan keberpihakan geopolitik sangat mempengaruhi stabilitas peradaban dan kehidupan berbangsa.
Sarasehan yang dihadiri Walikota, Wakil Walikota, MW KAHMI Jabar, MD KAHMI Sukabumi, dan kader HMI ini menegaskan satu benang merah: alumni HMI harus solid menjadi mitra pemerintah dalam menjawab persoalan agraria, kesenjangan sosial, kemiskinan, hingga ekonomi-politik menuju Indonesia Emas 2045.***
Editor: M. Nabil
(Aab)