Suryakencana Menyala: Radja Bakar Nostalgia di Broken Versus Festival Dua Era, Satu Luka, Sejuta Cinta

Date:

Bisnisnews.net — 13 September 2026 akan dikenang warga Sukabumi. Lapang Suryakencana yang biasanya sepi, malam itu berubah jadi panggung raksasa. Broken Versus Music Experience Festival hadir dan berhasil mengumpulkan ribuan manusia dalam satu rasa.

Dengan mengusung tema “Dua Era – Satu Luka – Sejuta Cinta”, festival ini bukan sekadar hiburan. Ia menjadi ruang temu antara kenangan lama dan semangat baru, antara masa lalu dan masa kini.

Dari sore hari, arus manusia sudah mengalir. Ada yang datang dari Bogor, Cianjur, Bandung, hingga pelosok Sukabumi. Semuanya punya tujuan sama: pulang ke musik.

Sebelum konser utama dimulai, Istana Production memberi ruang kepada MAGNET Band. Grup legendaris Sukabumi era 90-an itu tampil dan langsung membuat waktu seolah mundur. Cinta Aing yang dinyanyikan bersama penonton menjadi bukti, musik lokal tidak pernah mati.

Sorakan paling besar pecah ketika MC menyebut satu nama: RADJA. Setelah 25 tahun berkarya, band asal Jakarta itu akhirnya tampil di hadapan “RADJAKU” Sukabumi.

29 Juli 2026 lalu Radja tepat berusia seperempat abad. Di bawah formasi Ian Kasela dan Moldy, mereka memilih merayakan dengan tur ke berbagai kota. Dan Sukabumi jadi salah satu pemberhentian yang paling meriah.

Di atas panggung, Ian Kasela menyapa hangat. “Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan penggemar yang setia dan yang baru kenal kami. Ini kado 25 tahun kami untuk Kota Sukabumi,” katanya disambut teriakan.

Lagu pertama “Jujur” langsung menghantam. Sontak ribuan penonton berjingkrak. Lirik yang dulu jadi lagu wajib anak 2000-an, kini diteriakkan juga oleh generasi baru.

Suryakencana Menyala: Radja Bakar Nostalgia di Broken Versus Festival Dua Era, Satu Luka, Sejuta Cinta (Foto: Aab)

Inilah kekuatan Radja. Di tengah perubahan zaman, lagu-lagunya tetap relevan. Lewat festival dan media sosial, karya mereka kembali ditemukan dan dicintai anak muda.

Panggung makin panas saat “Cinderella” dibawakan. Cahaya lampu panggung berpadu dengan lampu ponsel penonton. Suasana malam itu seperti konser stadion, meski digelar di lapangan kota.

Penampilan Radja malam itu terasa pas dengan benang merah festival. Mereka mewakili “era lalu”, sementara setelahnya Juicy Luicy hadir mewakili “era kini”. Dua kutub berbeda, tapi satu panggung.

Yang paling menyentuh adalah melihat keluarga utuh bernyanyi bersama. Ada ayah yang dulu jatuh cinta karena lagu Radja, kini mengajak anaknya ikut bernyanyi. Tidak ada jarak, hanya ada musik.

Radja menutup aksi dengan “Benci Bilang Cinta”. Lagu itu menjadi penanda manis di akhir penampilan. Penonton puas, dan Ian pamit dengan senyuman serta lambaian tangan.

Lebih dari sekadar konser, Broken Versus Festival meninggalkan jejak. Ia mengingatkan bahwa musik bisa meleburkan ego, status, dan usia. Yang tersisa hanya rasa kemanusiaan.

Panitia menyebut kegiatan ini bukan seremoni biasa. Ini adalah ikhtiar menjaga keutuhan, menjaga semangat gotong royong dan persaudaraan melalui seni.

Dan pada malam itu, Sukabumi membuktikan dirinya. Bukan hanya jadi tempat konser, tapi jadi rumah. Rumah tempat Dua Era bertemu, Satu Luka disembuhkan, dan Sejuta Cinta.dirayakan bersama Radja dan ribuan jiwa.***

Editor: M. Nabil

(Rafi/Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Gaji 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih 2 Tahun Pertama Ditanggung APBN

Bisnisnews.net — Pemerintah memastikan gaji 30 ribu manajer Koperasi...

Beasiswa STIEBI 2026: Kuliah Bebas Uang Gedung dan Diskon UKT

Bisnisnews.net – Kabar gembira bagi lulusan SMA sederajat dan...

Pemkab Sukabumi Dukung Peningkatan Kompetensi Dokter Lewat PIT ke-9 IDI

Bisnisnews.net — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi menegaskan komitmennya dalam...

DPU Sukabumi Kebut Pengaspalan Jalan Tangkil–Cisaat, Target Rampung 7 Hari

Bisnisnews.net — Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi mulai...