Bisnisnews.net — Aktivitas perdagangan di pasar tradisional terus menjadi tumpuan ekonomi bagi masyarakat. Salah satunya dijalani Galih, 28 tahun, pedagang bahan pangan dan sayuran di Pasar Pangleseran, Kampung Mekarjaya.
Bagi Galih, berdagang bukan sekadar pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Usaha yang dijalaninya merupakan bagian dari usaha keluarga yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Sejak menyelesaikan pendidikan SMA, Galih mulai terlibat langsung dalam usaha tersebut. Hingga kini, ia masih konsisten melayani masyarakat yang datang ke pasar untuk memenuhi berbagai kebutuhan pangan dan sayuran.
Dalam sehari, omzet dagangannya rata-rata dapat mencapai sekitar Rp3 juta. Meski demikian, angka tersebut tidak selalu stabil. Pergerakan harga komoditas dan kondisi daya beli masyarakat menjadi faktor yang turut menentukan hasil penjualan.
Galih mengaku perubahan harga barang menjadi tantangan yang harus dihadapi hampir setiap hari. Saat harga komoditas meningkat, kebutuhan modal otomatis ikut bertambah. Di sisi lain, ia harus tetap mempertimbangkan kemampuan konsumen dalam berbelanja.
“Kalau harga naik, modal juga ikut bertambah. Jadi memang harus menyesuaikan dengan kondisi harga dan pembeli,” ujar Galih.
Untuk menjaga usahanya tetap berjalan, Galih berupaya menyesuaikan persediaan dagangan dengan kebutuhan pelanggan. Berbagai jenis bahan pangan dan sayuran disiapkan sehingga pembeli dapat memperoleh kebutuhan rumah tangga dalam satu tempat.
Keputusan untuk tetap menekuni usaha keluarga juga menjadi bentuk komitmen Galih dalam menjaga keberlangsungan mata pencaharian yang telah diwariskan kepadanya.
“Ini usaha keluarga, sudah turun-temurun. Saya meneruskannya sejak lulus SMA,” katanya.
Kisah Galih menjadi gambaran bahwa pasar tradisional masih memiliki peran penting dalam roda perekonomian masyarakat. Di tengah dinamika harga pangan dan perubahan daya beli, pedagang tetap berusaha menjaga aktivitas perdagangan agar kebutuhan masyarakat dapat terus terpenuhi.
Bagi Galih, bertahan di tengah fluktuasi harga membutuhkan ketekunan dan kemampuan membaca kondisi pasar. Ia berharap usaha yang telah dirintis keluarganya tersebut dapat terus berkembang dan tetap bertahan di tengah persaingan serta perubahan kondisi ekonomi.***
Editor: M. Nabil
(IFU)