Usaha Warisan Keluarga, Galih Bertahan Berdagang Bahan Pangan di Pasar Pangleseran

Date:

Bisnisnews.net — Aktivitas perdagangan di pasar tradisional terus menjadi tumpuan ekonomi bagi masyarakat. Salah satunya dijalani Galih (28)tahun, pedagang bahan pangan dan sayuran di Pasar Panggeleseran, Kampung Mekarjaya, Kabupaten Sukabumi.

Bagi Galih, berdagang bukan sekadar pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Usaha yang dijalaninya merupakan bagian dari usaha keluarga yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Sejak menyelesaikan pendidikan SMA, Galih mulai terlibat langsung dalam usaha tersebut. Hingga kini, ia masih konsisten melayani masyarakat yang datang ke pasar untuk memenuhi berbagai kebutuhan pangan dan sayuran.

Dalam sehari, omzet dagangannya rata-rata dapat mencapai sekitar Rp3 juta. Meski demikian, angka tersebut tidak selalu stabil. Pergerakan harga komoditas dan kondisi daya beli masyarakat menjadi faktor yang turut menentukan hasil penjualan.

Galih mengaku perubahan harga barang menjadi tantangan yang harus dihadapi hampir setiap hari. Saat harga komoditas meningkat, kebutuhan modal otomatis ikut bertambah. Di sisi lain, ia harus tetap mempertimbangkan kemampuan konsumen dalam berbelanja.

“Kalau harga naik, modal juga ikut bertambah. Jadi memang harus menyesuaikan dengan kondisi harga dan pembeli,” ujar Galih, Sabtu 05/09/2026.

Untuk menjaga usahanya tetap berjalan, Galih berupaya menyesuaikan persediaan dagangan dengan kebutuhan pelanggan. Berbagai jenis bahan pangan dan sayuran disiapkan sehingga pembeli dapat memperoleh kebutuhan rumah tangga dalam satu tempat.

Keputusan untuk tetap menekuni usaha keluarga juga menjadi bentuk komitmen Galih dalam menjaga keberlangsungan mata pencaharian yang telah diwariskan kepadanya.

“Ini usaha keluarga, sudah turun-temurun. Saya meneruskannya sejak lulus SMA,” katanya.

Kisah Galih menjadi gambaran bahwa pasar tradisional masih memiliki peran penting dalam roda perekonomian masyarakat. Di tengah dinamika harga pangan dan perubahan daya beli, pedagang tetap berusaha menjaga aktivitas perdagangan agar kebutuhan masyarakat dapat terus terpenuhi.

Bagi Galih, bertahan di tengah fluktuasi harga membutuhkan ketekunan dan kemampuan membaca kondisi pasar. Ia berharap usaha yang telah dirintis keluarganya tersebut dapat terus berkembang dan tetap bertahan di tengah persaingan serta perubahan kondisi ekonomi.***

Editor: M. Nabil

(IFU)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

54 SPPG di Kabupaten Sukabumi Disetop BGN, 4 di Kota Sukabumi Kena Sanksi Gara-gara Laporan Dana

Bisnisnews.net – Puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di...

Atasi Banjir Langganan di Jalan Raya Jadek Kopo Sayati, Pemprov Jabar, Lanud Sulaiman dan Pemkab Bandung Turun Bareng

Bisnisnews.net – Upaya penanganan banjir di kawasan Jalan Raya...

TMMD ke-130 Kodim 0622 Sukabumi Tak Hanya Bangun Jalan, 500 Bibit Pohon Ditanam di Ciemas

Bisnisnews.net – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130...

Raker PWI Kabupaten Sukabumi, Kang Ari PWI Jabar Ingatkan Wartawan: Dilindungi UU Pers, Tapi Jangan Intimidasi dan Meras

Bisnisnews.net – Dilantik untuk periode 2026–2029, pengurus Persatuan Wartawan...