Bisnisnews.net – Tidak ada terompet, tidak ada perlombaan. Selasa, 18/8/2026, peringatan HUT ke-81 RI di Taman Makam Pahlawan Dharma Ayu Indramayu justru diisi dengan doa dan silaturahmi.
Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Indramayu memilih cara sederhana untuk menghormati jasa para pejuang: ziarah, tahlil, dan berbagi sembako kepada veteran.
Hadir dalam kegiatan itu jajaran pengurus dan anggota SMSI Indramayu. Mereka duduk satu barisan dengan Ketua LVRI Kabupaten Indramayu, H. Rakhmat beserta anggota veteran lainnya.
Rangkaian dimulai dengan doa bersama. Al-Fatihah dan tahlil dipanjatkan untuk para pahlawan yang gugur dan telah mengantarkan bangsa ini merdeka.
Usai doa, suasana berlanjut dengan penyerahan paket sembako. Satu per satu veteran menerima bingkisan dari SMSI.
Ketua SMSI Kabupaten Indramayu Ihsan Mahfudz, SH menyebut kegiatan ini bentuk nyata menghargai perjuangan.
“Kemerdekaan jangan hanya kita rayakan dengan seremoni. Harus ada aksi yang menyentuh langsung kepada orang-orang yang pernah berjuang,” katanya.
Menurut Ihsan, SMSI ingin mengambil peran lebih dari sekadar pemberitaan. Organisasi media juga harus hadir dalam kegiatan sosial.
“Kami berharap ini jadi langkah awal. Ke depan SMSI akan terus menjadi pelopor kegiatan kepedulian untuk masyarakat,” ujarnya.
Tanggapan haru datang dari H. Rakhmat, Ketua LVRI Indramayu. Ia mengaku baru pertama kali menerima kegiatan seperti ini dari insan media.
“Kami sangat mengapresiasi dan terharu. Yang kami rasakan bukan hanya bantuannya, tapi perhatian dan waktu yang diluangkan untuk kami,” ucap H. Rakhmat.
Bagi para veteran, kunjungan itu terasa spesial. Ada ruang untuk bercerita, mengingat kembali masa perjuangan, dan merasa tidak dilupakan.
Di TMP Dharma Ayu, tidak ada batas antara wartawan dan veteran. Setelah rangkaian acara resmi, obrolan santai dan jabat tangan menghangatkan suasana.
Bagi SMSI, ini adalah cara memaknai kemerdekaan yang berbeda. Mengingat 17 Agustus juga berarti mengingat manusia-manusianya.
Bagi veteran, doa bersama itu menjadi penanda bahwa pengorbanan para pendahulu masih diingat dan dihargai generasi sekarang.
Indonesia sudah 81 tahun merdeka. Tapi semangat menghormati jasa pahlawan tidak boleh menua bersama usia para veteran.
Di tengah pusara dan nama-nama yang terukir di TMP, pesan itu kembali menguat.
Mengisi kemerdekaan bukan hanya dengan lomba dan upacara. Tapi juga dengan datang, mendoakan, dan peduli kepada mereka yang pernah bertaruh nyawa untuk negeri ini.***
Editor : M. Nabil
(SRM)