Gema Agustus Berdzikir: Ikhtiar Majelis Cahaya Nusantara Jaga Kedamaian Negeri

Date:

Oleh: Rd.Ratu Dinar Nusantara dan Tim Redaksi

Bisnisnews.net – Hari-hari ini, di tengah riuh rendah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, ada sesuatu yang bergetar lebih dalam dari sekadar kibaran bendera merah putih. Di sudut-sudut batin bangsa, ada kerinduan akan kedamaian yang hakiki.

Secara filosofis, kemerdekaan sejati bukan hanya tentang lepasnya belenggu fisik atau kedaulatan teritorial. Kemerdekaan adalah ruang bagi jiwa untuk kembali fitrah, menyadari bahwa setiap jengkal tanah yang kita pijak bergerak di bawah naungan takdir-Nya.

Kesadaran spiritual inilah yang melandasi lahirnya sebuah wadah kolektif bernama Majelis Cahaya Nusantara. Forum bersama ini diinisiasi oleh para tokoh lintas sektor yang peduli pada masa depan bangsa.

Di dalam majelis ini, berkumpul pemikiran tajam dan ketulusan hati dari: Anto Kusumayuda (Ketum PPJNA98)KH. Ayep Sambas dan HM Fikrie (Majelis Sholawat Cahaya Nusantara), Dede Heri (Sekjen Rumah Literasi Merah Putih), Siti Ratna Maymunah (Sinergi Media Merah Putih), Saepul Usman (Ketua Gema PS Sukabumi), M. Rafi Asyam (Kampus Pencerahan/CEO Bisnisnews.Net), Aam Abdul Salam (Sekjen PPJNA98/Komite Nasional Pergerakan Indonesia untuk Kedaulatan Kemandirian Pangan dan Energi)

Mereka bukan sekadar berkumpul, melainkan membawa satu resonansi besar bagi negeri ini

Resonansi Kosmis: 88 Juta Bersholawat untuk Kedamaian Negeri

Tepat di hari ke-18 bulan Agustus 2026 ini, sebuah seruan langit bergema: “Agustus Berdzikir, 88 Juta Bersholawat untuk Kedamaian dan Keberkahan Negeri.

“Angka 88 juta tentu bukan sekadar statistik kuantitatif. Dalam pendekatan filsafat spiritual, getaran suara sholawat dan dzikir yang dilantunkan secara massal di seluruh tumpah darah Indonesia adalah sebuah bentuk energi kosmis. Ia bekerja membersihkan atmosfer bangsa dari residu-residu negatif, kecemasan, dan perpecahan.

Dzikir adalah seni mengingat asal-usul, sementara sholawat adalah jembatan kasih sayang menuju perlindungan Ilahi. Ketika jutaan hati mengisi ruang batin mereka dengan energi Ilahi, maka ketenangan akan turun. Negeri yang tenang adalah prasyarat utama bagi sebuah bangsa untuk mencapai kedaulatan pangan, energi, dan kemandirian yang utuh.

Spiritualitas yang Membumi: Gotong Royong dan Keberpihakan pada Rakyat Kecil

Seringkali, spiritualitas dianggap sebagai pelarian dari realitas duniawi. Namun, Majelis Cahaya Nusantara mengingatkan kita bahwa spiritualitas sejati harus membumi. Ia harus menjelma menjadi rasa peduli sesama, gotong royong, dan pembelaan terhadap kaum yang lemah (mustadh’afin).

Dalam konteks bernegara saat ini, kepedulian sosial tersebut mewujud nyata dalam kebijakan strategis pemerintah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bersama dengan program sekolah rakyat, adalah bukti bahwa negara hadir untuk mengisi perut dan gizi masa depan bangsa.

Namun, program yang mulia ini tidak bisa berjalan sendiri di atas kertas. Secara sosiologis dan filosofis, kekuasaan yang tanpa pengawasan rakyat cenderung melahirkan penyimpangan.

Oleh karena itu, Majelis Cahaya Nusantara menyerukan dengan tegas: seluruh elemen masyarakat wajib mengawal dan mengawasi jalannya program MBG dan program kerakyatan lainnya! Jangan sampai ada tangan-tangan jahat yang menyimpangkan hak rakyat kecil. Program ini harus benar-benar mendarat dengan selamat di meja makan masyarakat tingkat bawah, tanpa berkurang satu sendok pun.

Doa untuk Pemimpin, Cahaya untuk Indonesia

HUT RI ke-81 menjadi momentum krusial peralihan zaman menuju Indonesia Emas. Melalui gelombang energi sholawat dan doa yang mengetuk pintu langit, kita titipkan harapan besar agar seluruh rakyat Indonesia selalu dilindungi, diberkahi, dan dirahmati.

Secara khusus, mari kita selipkan doa agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka senantiasa diberikan petunjuk (hidayah), kekuatan fisik dan batin, serta kesehatan yang prima. Memimpin bangsa sebesar Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan politik; ia membutuhkan sandaran spiritual yang kokoh dari doa rakyatnya.

Mari kita isi momentum Agustus ini dengan menjernihkan hati, memperkuat persatuan nasional, dan terus berbagi peduli. Di bawah kibaran merah putih dan gema sholawat, mari kita rawat Indonesia dengan cinta dan tindakan nyata.

Selamat Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Semoga Cahaya Nusantara senantiasa menerangi jalan kita semua.***

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Paoji Nurjaman Bacakan Teks Proklamasi di Upacara HUT RI ke-81 Tingkat Kecamatan Pabuaran

Bisnisnews.net - Paoji Nurjaman, Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi sekaligus...

Bendera Merah Putih 300 Meter Berkibar di Pantai Karanghawu, Kobarkan Semangat Kemerdekaan

Bisnisnews.net– Pemandangan istimewa mewarnai kawasan Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok,...

STIEBI Kirim Delegasi ke Upacara HUT RI ke-81 di LLDIKTI Kemendiktisaintek

Bisnisnews.net – Semangat kemerdekaan ke-81 juga dirasakan sivitas akademika...

STIEBI Kebayoran Peringati HUT RI ke-81 dengan Semangat Nasionalisme Berbasis Spiritual

Bisnisnews.net - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Indonesia (STIEBI)nmenggelar...