Bisnisnews.net – Memaknai kemerdekaan bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah gerakan nyata untuk membangun ketahanan nasional dari hulu hingga ke hilir. Semangat inilah yang melandasi perhelatan Diskusi Berdzikir dan Bersholawat untuk Kedaulatan Kemandirian Pangan Energi serta Doa untuk Presiden Prabowo dan Kedamaian Kemakmuran Negeri dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-81.
Kegiatan visioner ini diselenggarakan secara kolaboratif di Kantor Redaksi Wartain.com dan Bisnisnews.net, Jalan Palabuhan II, Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Senin (10/08/2026).
Acara ini mempertemukan berbagai elemen strategis bangsa secara hibrida, mulai dari aktivis pergerakan, tokoh media siber, tokoh agama, petani, hingga wirausaha muda. Di antara tokoh yang hadir adalah Dede Heri (Sekjen Rumah Literasi Merah Putih), Aam Abdul Salam (Sekjen PPJNA 98/Ketua Umum Komite Nasional Pergerakan Indonesia untuk Kedaulatan Kemandirian Pangan dan Energi/Presidium MD KAHMI Sukabumi), Aab Abdul Malik (Tokoh Pers), Siti Ratna Maymunah (Sinergi Media Merah Putih/CEO Wartain.com), dan M. Rafi Asyam (CEO Media Bisnisnews.net), Saeful Usman (Ketua Gema PS Sukabumi).
Sementara dari sisi spiritual, kegiatan ini dipimpin oleh Ustad M. Dzikri (Yayasan Majelis Dzikir Merah Putih), serta KH. Apep Sambas dan HM. Fikrie dari Majelis Sholawat Cahaya Nusantara.
Dari pendekatan ekonomi, spirit Kemerdekaan RI ke-81 dipandang sebagai bahan bakar energi untuk memperkuat daya juang dalam melakukan berbagai terobosan. Para tokoh yang hadir sepakat bahwa momentum ini harus menjadi titik tolak untuk membangun sinergi dan kolaborasi dari seluruh potensi yang ada, khususnya di bidang pertanian serta sektor energi konvensional maupun energi baru terbarukan (EBT).
Mengelola kekayaan alam nusantara secara mandiri tanpa ketergantungan asing adalah kunci utama kedaulatan ekonomi. Di usia kemerdekaan yang ke-81 ini, Indonesia dituntut untuk tidak lagi sekadar menjadi pasar, melainkan produsen utama yang mampu menyuplai kebutuhan pangan dan energi dalam negerinya sendiri demi kemakmuran masyarakat.
Bersyukur dan Bersatu di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo
Melalui sudut pandang spiritual, pertambahan usia kemerdekaan ini wajib dijadikan momentum muhasabah dan rasa syukur yang mendalam atas karunia sumber daya alam yang melimpah. Sebagai wujud konkret dari rasa syukur tersebut, seluruh elemen yang hadir menegaskan pentingnya memperkuat kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mengelola kekayaan alam secara bijaksana, adil, dan transparan.
Persatuan nasional dan budaya gotong royong dinilai sebagai prasyarat mutlak dalam menciptakan situasi negara yang aman dan damai. Tanpa adanya stabilitas keamanan dan persatuan, tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan mustahil dapat diakselerasi dengan baik.
Mengetuk Pintu Langit: Dzikir dan Sholawat Sebagai Kunci Keberkahan
Diskusi ini menggarisbawahi bahwa semua upaya kerja keras, strategi ekonomi, dan program kedaulatan pangan tidak akan membuahkan hasil optimal tanpa adanya intervensi spiritual. Manusia boleh berencana dan berusaha, namun Allah SWT, Pemilik Semesta Alam, yang memegang kunci utama turunnya keberkahan, kemakmuran, dan kesejahteraan bagi suatu negeri. Oleh karena itu, gerakan berserah diri melalui dzikir dan lantunan sholawat menjadi pelengkap perjuangan fisik.
Menariknya, momentum kemerdekaan RI ke-81 kali ini terasa kian sakral karena bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Di akhir acara, seluruh peserta mengaminkan doa bersama agar Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, kekuatan, serta kesehatan lahir batin kepada Presiden Prabowo Subianto dan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Amiin Ya Rabbal Alamiin. (Rd. Ratu Dinar Nusantara)***
Editor : M. Nabil