Bisnisnews.net – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan tidak ada toleransi untuk insiden keamanan pangan dan praktik penyimpangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan itu disampaikan langsung saat ia menjenguk ratusan siswa SMK Negeri 6 Semarang yang diduga menjadi korban keracunan makanan, di sejumlah rumah sakit Kota Semarang, Sabtu (1/8).
Sebagai pejabat baru, Mas Dar sapaan Sudaryono menyebut akan bersikap keras terhadap segala bentuk pelanggaran.
“Saya sebagai Kepala Badan Gizi yang baru ini memastikan itu, zero tolerance terhadap keracunan, zero tolerance terhadap tindak pidana korupsi dan hanky panky, nitip-nitip duit itu nggak boleh lagi,” ujarnya.
Ia mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia untuk menjalankan SOP secara disiplin. Menurutnya, kepatuhan terhadap prosedur dan sistem dapur adalah kunci agar kasus serupa tidak terulang.
“Supaya tidak terulang lagi, harus ikuti SOP. Kemudian SOP diikuti, sistem diikuti, terus kemudian komandannya Kepala Dapur SPPG. Saya paham Anda punya chef, Anda punya pengawas gizi, Anda punya orang-orang yang kerja di situ, barangkali mungkin ada 1-2 yang ada yang ngeyel-lah. Ya harus ada leadership di situ,” ucapnya.
Sudaryono menekankan peran krusial kepala dapur. Mereka harus berani mengambil tindakan jika ada petugas yang abai terhadap kebersihan.
“Kalau misalnya ada di antara pegawai di dapur itu yang barangkali mungkin susah dikasih tahu untuk cuci tangan-lah, atau memakai SOP harus pakai sarung tangan, pakai masker, ya harus dikeluarkan, harus tegas ini! Karena nyawa, kesehatan dan nyawa seseorang itu sangat berarti. Nggak boleh lagi,” tegas Mas Dar.
BGN juga akan memperketat pengawasan internal. Setiap SPPG diminta memiliki sistem kontrol yang jelas, mulai dari proses masak, pengemasan, hingga distribusi makanan ke sekolah.
Komitmen zero tolerance ini diharapkan menjadi garis tegas BGN dalam menjaga keamanan MBG. Kesehatan ratusan ribu penerima manfaat menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.***
Editor : M. Nabil
(Aab)