Bisnisnews.net – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) XII di Hotel Augusta, Senin (21/7/2026). Agenda dua hari 21–22 Juli 2026 ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penyusunan strategi dakwah MUI ke depan.
Mengusung tema “Istiqomah Dalam Dakwah dan Khodimul Ummah Menuju Kabupaten Sukabumi Mubarokah”, Musda menjadi penegasan bahwa MUI akan terus hadir sebagai pelayan umat dan mitra pemerintah daerah.
Turut hadir dalam pembukaan jajaran MUI Provinsi Jawa Barat, pengurus MUI Kabupaten Sukabumi, unsur Forkopimda Kabupaten dan Kota Sukabumi, serta para ulama dan tokoh agama dari berbagai kecamatan di Sukabumi.
Ketua Umum MUI Kabupaten Sukabumi, KH E. Fatahillah Nadri, menilai pelaksanaan Musda XII mencerminkan soliditas pengurus. Kebersamaan itu menjadi modal utama menjaga eksistensi MUI di tengah masyarakat.
Fatahillah juga menyoroti pentingnya kolaborasi. Menurutnya, keberhasilan Musda lahir dari kerja bersama dan tekad memperkuat posisi MUI sebagai mitra umat dan pemerintah.
“Keberhasilan pelaksanaan Musda tidak lepas dari semangat gotong royong dan komitmen bersama untuk memperkuat peran MUI sebagai mitra strategis umat sekaligus pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius,” ujarnya.
Ia menegaskan Musda bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, forum ini dipakai untuk mengoreksi langkah organisasi, menetapkan arah dakwah, dan meneguhkan fungsi MUI dalam membina, melayani, serta melindungi umat.
“Semangat kebersamaan inilah yang menjadi fondasi untuk mewujudkan MUI Kabupaten Sukabumi yang semakin kokoh, mandiri, dan membawa keberkahan bagi masyarakat. Melalui Musda ini, kami berharap lahir berbagai gagasan dan program yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin,” kata Fatahillah.
Di kesempatan yang sama, ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan seluruh pihak yang telah memfasilitasi terselenggaranya Musda XII.
Menutup sambutannya, Fatahillah menitipkan harapan agar kepengurusan baru tetap menjaga persatuan, istiqamah dalam khidmat, dan membawa Kabupaten Sukabumi menuju kondisi yang lebih mubarokah.
Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, juga memberikan sambutan. Ia mengajak seluruh elemen menjaga persatuan dan stabilitas daerah di tengah padatnya agenda pembangunan.
Andreas menekankan bahwa kemajuan daerah tidak bisa hanya diukur dari fisik. Penguatan mental, akhlak, dan spiritual warga juga harus menjadi prioritas.
“Pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga bagaimana membangun karakter, akhlak, serta kehidupan spiritual masyarakat. Untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan dan doa dari para alim ulama agar pemerintah dapat menjalankan amanah dengan baik,” kata Andreas.
Ia mengingatkan agar proses demokrasi dijalankan dengan damai. Pemimpin yang terpilih nantinya harus mengedepankan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan. Jangan sampai perbedaan pandangan menimbulkan perpecahan. Mari bersama-sama membangun Kabupaten Sukabumi dengan semangat kebersamaan,” pungkasnya.
Andreas mengapresiasi kerja panitia Musda dan berharap forum ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat demi kemaslahatan umat.***
Editor : M. Nabil
(Aab)