MUI Jawa Barat Akan Bahas Isu LGBTQ, Siapkan Satgas dan Dorong Penguatan Hukum

Date:

Wartain.com – MUI Jawa Barat berencana menggelar musyawarah khusus untuk membahas persoalan LGBTQ yang belakangan kembali menjadi sorotan publik. Dari hasil pembahasan itu, MUI Jabar akan melahirkan rekomendasi serta kajian akademis sebagai langkah penanganan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris MUI Jawa Barat, KH. Jamjam Erawan, saat menghadiri Musda XII MUI Kabupaten Sukabumi di Hotel Augusta, Cicantayan, Selasa (21/7/2026).

KH. Jamjam menilai berkembangnya budaya LGBTQ berpotensi melemahkan pondasi moral, agama, nasionalisme, dan etika bangsa. Oleh karena itu pihaknya memandang perlu adanya pembinaan dengan pendekatan humanis.

“Penyebaran budaya LGBTQ merupakan potensi lunturnya nilai-nilai nasionalisme, moral, agama, dan etika bangsa Indonesia. Kaum tersebut perlu bimbingan dengan kasih sayang agar kembali seperti semula,” kata KH. Jamjam.

Ia juga menyampaikan dukungan MUI Jabar atas keputusan pemerintah yang menempatkan LGBTQ sebagai ancaman nonmiliter.

“MUI Jabar bahkan mendukung penuh langkah pemerintah yang memasukkan LGBTQ sebagai ancaman nonmiliter,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, MUI Jabar tengah menyiapkan pembentukan Satgas dan Posko Khusus. Tugasnya adalah memantau dan menangani berbagai bentuk penyimpangan perilaku di masyarakat.

Selain itu, MUI Jabar mendorong agar segera ada regulasi yang lebih kuat. Termasuk mendukung pembahasan RUU tentang Pelanggaran LGBT di tingkat nasional agar ada efek jera bagi pelaku promosi maupun aktivitas menyimpang.

Sebelumnya MUI Jabar juga telah menyoroti adanya dugaan kampanye penyimpangan di dunia pendidikan. Pihaknya akan terus melakukan pengawasan agar nilai-nilai LGBTQ tidak menyebar luas di Jawa Barat.

Namun KH. Jamjam mengingatkan agar penanganan dilakukan sesuai koridor hukum. Ia menolak aksi main hakim sendiri seperti yang dilakukan kelompok “Boti Hunter” beberapa waktu lalu.

“Niatnya bagus, tetapi caranya yang mungkin kurang elok. Kita negara hukum, kita negara hukum negara berdaulat. Saya pikir belum saatnya memakai tindakan-tindakan anarkis seperti itu. Ya kalau pun di luar negeri terjadi, ya kita gak usah ikut-ikut karena kita negara timur yang penuh dengan adab dan penuh dengan tata krama,” pungkasnya.***

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Mobilitas Warga Jadi Tantangan Pengendalian TBC, Pemkot dan Pemkab Sukabumi Perkuat Kolaborasi

Bisnisnews.net – Pengendalian Tuberculosis (TBC) di wilayah Sukabumi membutuhkan...

Newsventure Jadi Wadah Anak Muda Kenalkan Potensi Wisata Kota Sukabumi

Bisnisnews.net - Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menilai...

Khusyu’ Acara Cukur Rambut dan Marhaba Putri Kedua Jurnalis Wartain.com, Keluarga Besar Ikut Hadir

Bisnisnews.net - Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan menyelimuti kediaman...

PWI Kabupaten Sukabumi Apresiasi Ketua SMSI Sukabumi Raya Raih Gelar S2

Bisnisnews.net - Kabar bahagia datang dari dunia pers Sukabumi....