Bisnisnews.net – Penutupan Festival Soekaboemi Tempo Doeloe (STD) 2026 menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang selama beberapa hari menghadirkan nuansa Kota Sukabumi pada masa lampau. Namun, bagi Pemerintah Kota Sukabumi, festival tersebut memiliki makna lebih besar sebagai media untuk menanamkan nilai-nilai sejarah dan budaya kepada generasi muda.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, saat menghadiri penutupan Festival Soekaboemi Tempo Doeloe 2026 bersama istrinya, Kia Florita, Minggu (5/7/2026).
Menurut Bobby, menghadirkan suasana tempo dulu bukan semata-mata untuk membangkitkan kenangan masa lalu. Festival ini menjadi cara mengenalkan perjalanan panjang Kota Sukabumi sekaligus menanamkan nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu.
“Suasana tempo dulu yang dihadirkan dalam festival bukan hanya untuk membangkitkan nostalgia. Nilai-nilai perjuangan, kearifan lokal, serta identitas budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat perlu dipahami, dihargai, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” ujar Bobby.
Selama penyelenggaraannya, Festival Soekaboemi Tempo Doeloe menghadirkan berbagai aktivitas yang mengangkat sejarah dan budaya lokal, mulai dari pameran sejarah, pertunjukan seni tradisional, kuliner khas, musik tempo dulu, teatrikal perjuangan, hingga wisata sejarah. Berbagai kegiatan tersebut dikemas agar lebih mudah diterima oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Bobby menilai pelestarian budaya memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia mengapresiasi antusiasme komunitas budaya, seniman, pegiat sejarah, relawan, dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan festival tersebut.
“Keterlibatan komunitas budaya, para seniman, pegiat sejarah, relawan, dan masyarakat menjadi cerminan bahwa semangat melestarikan kebudayaan masih tumbuh kuat di Kota Sukabumi,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi menjadi kunci agar warisan budaya tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Dengan keterlibatan berbagai pihak, nilai-nilai sejarah diyakini akan terus hidup sekaligus memperkuat karakter masyarakat dan identitas Kota Sukabumi.
Bobby berharap Festival Soekaboemi Tempo Doeloe dapat terus diselenggarakan dan berkembang menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal sejarah daerahnya.
“Terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, dan masyarakat yang telah berpartisipasi. Semoga setiap ikhtiar yang dilakukan dalam penyelenggaraan festival ini membawa manfaat bagi pelestarian budaya sekaligus menjadi berkah bagi kemajuan Kota Sukabumi,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : M. Nabil