Dari Sayur Hingga Ceker Bakar: Kisah Meysa dan Teras Imah yang Buka Tiap Sore di Sirnaresmi

Date:

UKM Pemudi Sukabumi Sulap Bahan Segar Jadi Kuliner Favorit Warga Gunung Guruh

Bisnisnews.net – Di Kampung Mekar Kaya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, ada satu sudut yang lampunya baru nyala pukul 16.00 WIB. Itulah Teras Imah, warung milik Meysa Tias Zahrani yang ramai diserbu pecinta kuliner setiap sore.

Nama “Teras Imah” bukan sekadar pajangan. Meysa memang ingin pengunjung merasa seperti bertamu ke teras rumah sendiri. Meja kayu, lampu gantung kuning, dan sapaan ramah jadi ciri khasnya.

Uniknya, Meysa bukan pedagang kuliner sejak awal. Pagi sampai siang ia fokus berjualan sayuran dan frozen food. Baru sore, bahan segar itu ia ubah jadi sosis bakar, bakso bakar, tomyam, zasuke, dan ceker bakar.

Karena bahan baku diambil langsung dari dagangannya sendiri, kualitasnya terjaga. Sayur segar, sosis baru, dan bumbu yang dibuat harian membuat rasa Teras Imah konsisten dari hari ke hari.

Menu ceker bakar jadi magnet utama. Ceker direbus empuk lalu dibakar dengan bumbu rahasia racikan Meysa. Aroma asapnya tercium sampai ke jalan, bikin orang yang lewat otomatis berhenti.

Selain ceker, ada zasuke alias jagung susu keju. Jagung pipil manis disiram susu kental manis dan taburan keju. Menu sederhana ini justru jadi favorit anak sekolah dan ibu-ibu yang mampir.

Untuk teman ngobrol, tersedia pop ice aneka rasa, kopi seduh panas, Nutrisari, sampai jus buah segar. Tinggal pilih mau yang dingin menyegarkan atau hangat menghangatkan malam.

Meysa meracik semua bumbu sendiri. Tidak pakai bumbu instan. Ia percaya, rasa otentik hanya lahir dari tangan yang tahu selera warga Sirnaresmi dan sekitarnya.

Jam operasional Teras Imah mulai 16.00 WIB sampai 22.00 WIB setiap hari. Waktu itu dipilih karena udara Gunung Guruh paling sejuk dan pas untuk nongkrong tanpa buru-buru.

Lokasinya ada di RT 03 RW 02, Kampung Mekar Kaya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi. Cukup tanya “warung cilok Teras Imah”, warga pasti tunjukkan jalannya.

Dengan modal UKM, Meysa membuktikan satu usaha bisa punya dua kaki. Siang jualan sayur, sore jualan kuliner. Model integrasi seperti ini efisien dan mengurangi risiko bahan terbuang.

Teras Imah akhirnya bukan hanya soal makan. Ia jadi ruang kumpul warga, tempat cerita, dan bukti bahwa pemuda kreatif bisa tumbuh dari desa. Cukup dengan bahan segar, bumbu sendiri, dan hati yang mau melayani.***

Editor : M. Nabil

(SRM)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Sukabumi, Ketua DPRD: Kehormatan dan Tanggungjawab Besar

Bisnisnews.net – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar, memberikan...

Pepes Kang Apon, Menjaga Rasa Sunda dari Kampung Mariuk Simpenan

Bisnisnews.net – Di tengah semakin beragamnya pilihan kuliner modern,...

Desa Sayati Semarakkan “Love You Fest” Margahayu dalam rangka HUT RI Ke 81

Bisnisnews.net - Desa Sayati turut ambil bagian dalam memeriahkan...

Pengukuhan Anggota Paskibraka Kabupaten Sukabumi, Bupati Tegaskan Kehormatan dan Tanggungjawab Besar 

Bisnisnews.net - Bupati Sukabumi H Asep Japar mengukuhkan 32...