Pengelola Ungkap Dugaan Penyebab Keranjang Langit Situ Gunung Terhenti di Tengah Lintasan

Date:

Bisnisnews.net – Video yang memperlihatkan wahana Keranjang Langit di kawasan Situ Gunung Suspension Bridge, Kabupaten Sukabumi, berhenti di tengah perjalanan menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, dua wisatawan yang sedang menikmati wahana tampak tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju titik akhir lintasan. Keranjang yang mereka tumpangi sempat berhenti cukup lama hingga akhirnya tersenggol keranjang lain yang berada di belakangnya.

Menanggapi video yang viral tersebut, Manager Operasional Situ Gunung Suspension Bridge, Usep Suherlan, menjelaskan bahwa pihak pengelola telah melakukan penelusuran terhadap kejadian tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap video yang beredar, keranjang yang berhenti diduga dipengaruhi oleh alat pengatur kecepatan atau potensio yang dimainkan oleh pengguna.

“Kalau dilihat dari hasil video dicermati sampai akhir, itu kan ada dimainkan ya potensio. Kita tidak menginformasikan si potensio tersebut itu harus dipegang atau dimainkan. Itu hanya kami yang tahu,” kata Usep.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi saat keranjang berada sekitar 50 meter menjelang garis akhir. Saat itu, keranjang tidak didorong oleh petugas, melainkan kembali bergerak setelah terdorong oleh keranjang lain yang digunakan pengunjung berikutnya.

“Kemarin itu bukan dengan petugas, tapi pengunjung yang menggunakan keranjang berikutnya. Itu kejadiannya 50 meter sebelum finis di sana,” ujarnya.

Usep menjelaskan, Keranjang Langit merupakan salah satu wahana ekstrem yang dimiliki Situ Gunung Suspension Bridge. Jalurnya membentang sepanjang 523 meter dengan ketinggian yang bervariasi. Pada titik terdalam di atas aliran sungai, ketinggiannya mencapai sekitar 160 meter.

“Kalau panjangnya ini di 523 meter, ketinggian variatif. Hanya terdalam saja di atas sungai itu kurang lebih di 160 meter,” tuturnya.

Ia menerangkan bahwa potensio merupakan komponen yang berfungsi mengatur kecepatan laju keranjang. Sistem penggerak wahana tersebut menggunakan tenaga baterai yang terhubung dengan dinamo, sehingga pengoperasiannya tidak diperuntukkan bagi wisatawan.

Pasca kejadian tersebut, pihak pengelola berencana melakukan evaluasi terhadap sistem informasi dan edukasi kepada pengunjung. Menurut Usep, tidak sedikit wisatawan yang merasa penasaran lalu memutar alat tersebut saat wahana sedang beroperasi.

“Di awal kita sampaikan, tapi di akhir karena sering banyak yang penasaran memutar dan putar kiri kanannya sehingga kurang begitu baik ketika diinformasikan. Pas operasional ke sini-sininya memang kami tidak menginformasikan. Dan kami juga mungkin akan kaji apa perlu dikasih informasi lagi untuk operasionalnya atau seperti apa. Nanti kita kaji baiknya seperti apa,” sebutnya.

Ia menegaskan bahwa setiap kejadian yang terjadi di area wisata akan menjadi bahan evaluasi demi meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan pengunjung.

“Ini memang harus dievaluasi segala bentuk apa pun, hal kecil, hal besar, semua kita harus evaluasi untuk menuju lebih baik lagi,” pungkas Usep.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

KPK dan Pemkot Sukabumi Perkuat Sinergi Pengawasan Program Prioritas Daerah

Bisnisnews.net - Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menegaskan pentingnya...

UPTD PU Wilayah III Cicurug Rekonstruksi Jalan Parungkuda-Bojongpari, Anggaran Rp1,3 Miliar

Bisnisnews.net – Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi melalui UPTD...

MBG: Program Mulia yang Jangan Sampai Tersandera Kepentingan Bisnis

Oleh: Dede Heri/ Sekretaris Jenderal Rumah Literasi Merah PutihBisnisnews.net...

PPJNA 98 dan Majelis Pencerahan : Seruan Hari Ke-3 Muharam Bersholawat, MBG Program Amanah Wali Allah

Bisnisnews.net || Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Majelis Pencerahan menggelar...