Panen 80 Ton Udang di Kebumen, Presiden Ungkap Potensi Rp134 Miliar per Tahun

Date:

Bisninews.net – Presiden Republik Indonesia menghadiri panen raya udang sebanyak 80 ton di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kabupaten Kebumen, Sabtu (23/5/2026).

Kehadiran Presiden menjadi penanda keseriusan pemerintah dalam memperkuat sektor perikanan budidaya sebagai salah satu pilar ketahanan pangan nasional dan penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

Tambak modern berbasis kawasan tersebut mencatatkan nilai produksi udang mencapai sekitar Rp67,2 miliar dalam satu siklus panen. Bahkan, dalam setahun, potensi produksinya diperkirakan mampu menembus Rp134,4 miliar.

Selain menghasilkan nilai ekonomi yang besar, kawasan tambak itu juga mampu menyerap hingga 650 tenaga kerja lokal. Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong tercapainya swasembada di berbagai komoditas pangan, termasuk sektor perikanan dan akuakultur.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus memastikan keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat.

“Pemerintah akan terus memperkuat sektor akuakultur melalui penerapan teknologi, pembangunan infrastruktur, serta pengelolaan tambak yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, pengembangan tambak modern seperti BUBK Kebumen menjadi contoh bagaimana sektor perikanan dapat dikelola secara profesional dan berorientasi pada peningkatan daya saing produk nasional.

Dengan pengelolaan yang baik, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan utama produksi perikanan dunia.

Tak hanya berdampak pada peningkatan produksi, keberadaan tambak modern tersebut juga membawa efek ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar, mulai dari terbukanya lapangan kerja, meningkatnya aktivitas usaha pendukung, hingga tumbuhnya kesejahteraan para pembudidaya dan warga pesisir. Panen raya udang di Kebumen pun menjadi simbol optimisme baru bagi sektor perikanan nasional.

Pemerintah berharap model budidaya berbasis kawasan seperti ini dapat terus dikembangkan di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.***

Editor : M. Nabil

(IFU)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Irigasi 1.000 Hektare di Ciemas Jebol Sejak 2024 Tak Diperbaiki, Dewan: Jangan Cuma Jadikan Slogan Lumbung Padi

Bisnisnews.net - Di tengah pembukaan TMMD ke-130 di Desa...

500 Warga Hadiri Pembukaan TMMD ke-130 di Ciemas, Wabup Sukabumi: Ini Bakti TNI untuk Percepatan Pembangunan

Bisnisnews.net - Suasana Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi,...

Wabup Sukabumi H. Andreas Buka TMMD ke-130 di Desa Mekarjaya, Bangun Jalan 2.000 Meter

Bisnisnews.net - Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, SE., secara...

TMMD Kodim Sukabumi Resmi Dibuka di Desa Mekarjaya, Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Bazar UMKM

Bisnisnews.net - Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang...