Oleh : Dede Heri/ Sekjen Rumah Literasi Merah Putih
Bisnisnews.net – 20 Mei bukan sekadar tanggal di kalender. Ia adalah pengingat bahwa bangsa ini pernah bangkit karena berani berpikir, berorganisasi, dan peduli terhadap nasib bersama.
Semangat kebangkitan itu harusnya hidup kembali hari ini, khususnya di daerah. Kabupaten Sukabumi misalnya, masih menyimpan banyak pekerjaan rumah pembangunan yang belum terselesaikan.
Kita masih melihat gedung-gedung mangkrak yang berdiri tanpa fungsi. Infrastruktur yang dikerjakan lambat, bahkan mangkrak di tengah jalan. Fasilitas publik yang ada pun belum optimal melayani masyarakat.
Pembangunan yang benar bukan sekadar proyek fisik. Ia harus hadir sebagai bentuk pelayanan nyata, bukan hanya seremonial yang berhenti pada serah terima anggaran.
Ketika proyek hanya menjadi angka di laporan, masyarakatlah yang dirugikan. Manfaatnya tidak dirasakan, sementara persoalan baru justru muncul di lapangan.
Momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi alarm bagi semua pihak. Kemajuan daerah tidak cukup dibangun dengan pidato dan seremoni. Ia butuh keseriusan, pengawasan, dan transparansi.
Pemerintah perlu membuka ruang partisipasi publik. Masyarakat perlu berani bersikap kritis. Pemuda dan akademisi perlu hadir sebagai pengawas sekaligus pemberi solusi.
Kritik bukan untuk menjatuhkan. Kritik adalah bentuk kepedulian agar pembangunan tidak melenceng dari tujuan awalnya, yaitu menyejahterakan rakyat.
Rumah Literasi Merah Putih mengajak semua elemen untuk membangun budaya peduli dan solutif. Tanpa kolaborasi, perubahan hanya akan menjadi wacana.
Mari jadikan 20 Mei 2026 sebagai titik untuk bangkit bersama. Bangkit pikirannya, bangkit kepeduliannya, bangkit tanggung jawabnya. Demi Sukabumi yang lebih maju, adil, dan bermartabat.***
Editor : M. Nabil
(DH)