Bisnisnews.net – Ratusan pelajar SMAN 1 Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, mengikuti kegiatan Pancawaluya yang digelar dengan konsep pelatihan fisik dan mental bersama Marinir TNI AL. Program yang merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) itu menghadirkan pengalaman berbeda bagi para siswa.
Lingkungan sekolah disulap menjadi arena outbound dan simulasi ketangkasan. Para peserta harus melewati sejumlah tantangan, mulai dari melintasi tali tambang, menjaga keseimbangan, hingga latihan yang menguji keberanian dan konsentrasi.
Bagi sebagian siswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama menghadapi tantangan ekstrem. Safa Sifa, siswi kelas X, mengaku sempat merasa gugup saat mencoba lintasan tali di ketinggian.
“Awalnya takut karena belum pernah coba, apalagi harus menjaga keseimbangan di atas tali. Tapi setelah dijalani ternyata menyenangkan,” ujarnya.
Pelatih outbound dari Marinir TNI AL, Lettu Marinir Komarudin, mengatakan latihan itu dirancang untuk membangun mental siswa agar lebih tenang dan percaya diri dalam menghadapi tekanan.
“Yang kami latih bukan hanya fisik, tetapi juga mental dan fokus mereka. Ketika siswa bisa mengendalikan rasa takut, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap tantangan yang diberikan memiliki tujuan untuk membentuk sikap disiplin, kerja sama, dan keberanian para siswa.
“Kami ingin mereka belajar bahwa keberhasilan itu butuh ketenangan dan keyakinan diri,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Jampangtengah, Bahrudin, menilai program Pancawaluya menjadi metode pembelajaran karakter yang efektif sekaligus menarik bagi pelajar.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi alternatif pengganti study tour dengan biaya yang lebih ringan namun tetap memberikan pengalaman berharga bagi siswa.
“Program ini lebih fokus pada pembentukan karakter dan kebersamaan siswa tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” ungkap Bahrudin.
Ia menyebut dampak kegiatan mulai terlihat dari perubahan perilaku siswa di lingkungan sekolah yang semakin disiplin dan saling menghargai.
“Anak-anak jadi lebih tertib dan lebih peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Program Pancawaluya yang telah berjalan selama empat tahun itu kini menjadi salah satu agenda unggulan sekolah dalam membangun karakter siswa melalui pendekatan yang aktif, menantang, dan edukatif.***(RAF)
Editor : M. Nabil