Bisnisnews.net – Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat langkah strategis dalam meraih predikat tertinggi Kabupaten Layak Anak (KLA).
Melalui Gugus Tugas KLA, berbagai upaya percepatan dilakukan sampai batas akhir penginputan data pada 30 April 2026.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, menegaskan bahwa capaian evaluasi mandiri KLA masih perlu didorong maksimal.
Hingga 20 April 2026, nilai yang diraih baru mencapai 578,82 dari total 1.000 poin. Artinya masih ada gap cukup besar menuju predikat utama.
“Waktu penginputan sudah selesai, kira tinggal menunggu hasilnya. Mudah-mudahan sesuai harapan kita semua,” ujarnya, Rabu 06/05/2026.
Agus menekankan, keberhasilan Kabupaten Layak Anak bukan hanya tanggung jawab satu perangkat daerah. Ini hasil kerja bersama seluruh gugus tugas.
Ia menjelaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memenuhi seluruh indikator penilaian KLA. Mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan khusus anak.
Setiap perangkat daerah diminta segera melengkapi data dukung. Bentuknya bisa kebijakan, inovasi program, sampai bukti fisik di lapangan.
“Kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergerak cepat, memastikan setiap indikator terpenuhi dengan baik. Kolaborasi yang solid akan sangat menentukan hasil akhir,” tambahnya.
Agus juga menekankan pentingnya komitmen bersama dalam melindungi dan memenuhi hak anak. KLA bukan sekadar penilaian administratif di atas kertas.
Menurutnya, KLA adalah wujud nyata dari tanggung jawab pemerintah terhadap generasi masa depan. Anak harus aman, sehat, cerdas, dan terlindungi.
Dengan kolaborasi yang sudah terbangun, Pemkab Sukabumi optimistis dapat meningkatkan capaian nilai. Targetnya melangkah ke predikat Kabupaten Layak Anak tingkat utama.***
Editor : M. Nabil
(Aab)