Bisnisnews.net || Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi memastikan permasalahan kekurangan pembayaran insentif guru PAUD segera diselesaikan oleh Dinas Pendidikan. Hal ini disampaikan usai audiensi bersama LSM Gapura yang digelar di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Jumat (24/04/2026).
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, mengatakan audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari surat permohonan yang diajukan oleh LSM Gapura terkait adanya ketidaksesuaian pembayaran insentif guru PAUD.
“Hari ini kami menindaklanjuti audiensi dari teman-teman Gapura. Dari hasil pembahasan, pihak Dinas Pendidikan mengakui adanya human error yang menyebabkan kekurangan bahkan kelebihan pembayaran insentif,” ujarnya.
Menurutnya, kesalahan tersebut terjadi dalam proses penginputan dan rekonsiliasi data yang masih dilakukan secara manual. Dengan jumlah guru PAUD yang mencapai lebih dari 8.000 orang serta ribuan tenaga lainnya, potensi kesalahan dinilai cukup tinggi.
“Karena masih manual, potensi human error sangat besar. Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk mendorong digitalisasi sistem di Dinas Pendidikan,” tegasnya.
Komisi IV DPRD, lanjut Ferry, telah meminta Dinas Pendidikan untuk segera menyelesaikan kekurangan pembayaran insentif yang terjadi dalam periode sebelumnya. Ia memastikan bahwa hak para guru tidak boleh dirugikan.
“Yang kekurangan akan segera dibayarkan. Kami pastikan tidak ada kerugian dari pihak guru PAUD,” katanya.
Selain itu, Komisi IV juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru PAUD. Ferry menilai insentif yang diterima saat ini masih belum ideal, sehingga perlu menjadi perhatian bersama ke depan.
“Kita semua tahu insentif guru PAUD ini masih jauh dari kata layak. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama bagaimana ke depan bisa kita dorong peningkatannya,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, DPRD akan memperketat fungsi pengawasan serta mendorong penerapan sistem digital dalam pengelolaan data insentif agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan lebih intens melakukan pengawasan. Ke depan, kami dorong sistem digital agar meminimalisir kesalahan teknis yang terjadi,” pungkasnya.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi titik awal perbaikan sistem penyaluran insentif guru PAUD di Kabupaten Sukabumi agar lebih tepat, transparan, dan akuntabel.***
Editor : M. Nabil
(IFU)