Bisnisnews.net || Pemerintah Kota Sukabumi terus membuka peluang kolaborasi internasional dengan menggandeng sejumlah negara sahabat. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama beberapa kedutaan besar dalam agenda The Diplomatic Forum yang berlangsung di Balai Kota Sukabumi, Rabu (22/4/2026).
Kesepakatan ini ditandatangani oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, bersama para duta besar dari Georgia, Rumania, dan Armenia. Kerja sama tersebut menjadi fondasi awal pengembangan program Sister City yang mencakup berbagai sektor prioritas, seperti pendidikan, kesehatan, pariwisata, serta ekonomi kreatif.
Pada sektor pendidikan, rencana kerja sama mencakup penyediaan beasiswa jenjang doktoral serta peningkatan kompetensi tenaga pengajar. Sementara itu, di bidang kesehatan, kolaborasi diarahkan pada pertukaran pengetahuan dan teknologi medis, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penanganan isu kesehatan masyarakat secara bersama.
Adapun di sektor pariwisata, Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan kerja sama ini dapat memperluas jangkauan promosi destinasi daerah ke pasar internasional.
Harapannya, potensi wisata lokal semakin dikenal dan mampu menarik wisatawan mancanegara, sekaligus menggerakkan roda perekonomian.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis bagi Kota Sukabumi untuk memperluas jejaring global. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ayep Zaki, Jumat (24/4/2026).
Tamu Negara Beri Penilaian Positif
Partisipasi para duta besar dalam forum tersebut turut memberikan kesan tersendiri terhadap Kota Sukabumi. Duta Besar Hungaria, Lila Karsay, menyampaikan apresiasinya terhadap suasana kota yang dinilai nyaman serta menjunjung tinggi nilai toleransi.
Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas sumber daya manusia yang ditemuinya selama kunjungan, khususnya saat berinteraksi dengan pelajar dan tenaga medis.
“Saya sangat menikmati rangkaian kegiatan yang ada. Anak-anak di sekolah sangat cerdas dan mampu berbahasa Inggris. Saat berkunjung ke rumah sakit, saya juga bertemu dokter yang pernah menempuh pendidikan di Hungaria, dan itu menjadi kebanggaan bagi saya,” tuturnya.***(RAF)
Editor : M. Nabil